Bantul (MAN 1 Bantul) – Dalam rangka memperingati Hari Raya Iduladha 1447 H, siswa Kelas X Fase E5 MAN 1 Bantul menggelar pengajian kelas pada Jumat, 29 Mei 2026, bertempat di kediaman Ananda Ahnaf Yusuf Al-Farisi. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai sarana mempererat hubungan antarmurid, memperkuat rasa kekeluargaan, serta menambah pemahaman tentang makna dan hikmah Iduladha.
Dengan suasana pedesaan yang asri dan penuh kehangatan, Sebagian murid mengikuti rangkaian kegiatan dengan khidmat dan penuh antusias. Sebelum acara inti dimulai, para murid bersama-sama mempersiapkan konsumsi dengan memasak daging kurban yang diperoleh dari kurban madrasah sebanyak kurang lebih 3,4 kilogram. Kegiatan memasak dan makan bersama tersebut menjadi momen kebersamaan yang semakin mempererat persaudaraan di antara murid.
Acara dipandu oleh Nabila Farah Az Zahra sebagai pembawa acara, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Cahyo Al-Siddiq. Setelah pembukaan dan kalam ilahi, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari wali kelas, Lina Mutiasih, S.Pd., M.Pd., yang didampingi oleh tuan rumah.
Acara inti berupa Mauidhoh Hasanah disampaikan oleh bapak Muhammad Sopwan Suhaedi, S.Pd. Dalam tausiyahnya yang bertema “Hikmah Iduladha”, beliau menjelaskan berbagai ketentuan dan keutamaan ibadah kurban. Beliau menyampaikan bahwa kurban merupakan ibadah yang hukumnya sunah muakkad dan menjadi wajib apabila dinazarkan. Dijelaskan pula syarat hewan kurban yang harus sehat, tidak cacat, tidak kurus, tidak pincang, tidak buta, serta memenuhi ketentuan usia, yaitu unta berusia 5–6 tahun, sapi 2–3 tahun, dan kambing 1–2 tahun.
Selain itu, beliau juga menjelaskan beberapa kesunahan dalam berkurban, antara lain tidak memotong rambut dan kuku bagi yang akan berkurban sebelum penyembelihan, menghadap kiblat saat menyembelih, menggunakan alat yang tajam, membaca basmalah, mempercepat proses penyembelihan, serta menjaga adab dalam pelaksanaannya. Beliau juga menegaskan bahwa bagian hewan kurban tidak boleh diperjualbelikan dan lebih utama diberikan sebagai sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dalam tausiyahnya, beliau juga mengajak para siswa untuk semakin mencintai majelis ilmu dan kegiatan mengaji sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT serta memperdalam pemahaman agama dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan pengajian ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Seluruh peserta tampak senang dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai wadah pembinaan karakter religius serta penguatan ukhuwah Islamiyah di lingkungan MAN 1 Bantul.
Hj. Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., Kepala MAN 1 Bantul, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pengajian kelas X Fase E5 yang dilaksanakan dengan penuh semangat kebersamaan dan nilai-nilai keislaman.
“Kegiatan pengajian seperti ini sangat positif karena tidak hanya menambah wawasan keagamaan siswa tentang makna Iduladha dan ibadah kurban, tetapi juga memperkuat karakter religius, kepedulian sosial, serta rasa kekeluargaan di antara peserta didik. Saya berharap kegiatan semacam ini terus dilestarikan sebagai bagian dari pembentukan generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian terhadap sesama. Semoga nilai-nilai pengorbanan, keikhlasan, dan ketaatan yang terkandung dalam Iduladha dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh siswa MAN 1 Bantul.” ujar beliau. (LM)

