Partisipasi MGMP Ekonomi MA DIY dalam Seminar Penguatan Ekonomi Halal Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah

Bantul(MAN 1 Bantul)-Guru Ekonomi yang tergabung dalam MGMP MA DIY turut berpartisipasi dalam Seminar Penguatan Ekonomi Halal untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan atas undangan Kemenag Kanwil DIY yang diselenggarakan pada hari Kamis (4/6/2026). Kegiatan ini menghadirkan Menteri Agama RI Prof.Dr.K.H.Nasaruddin Umar, M.A sebagai keynote speaker, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Tengah dan Gubernur DIY yang diwakili oleh pejabat terkait. Akademisi dari UIN, praktisi dari BSI, serta pelaku usaha dari Etawalin dan YEHI memberikan banyak wawasan dan pengalaman terkait bidangnya masing-masing. Seminar ini menjadi forum edukatif yang mempertemukan berbagai kalangan Pejabat, akademisi, praktisi, pelaku UMKM, pendidik, serta mahasiswa UIN dari berbagai jurusan memperdalam pemahaman tentang ekonomi halal dan pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Seminar dilaksanakan di Convention Hall Lantai 1 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang beralamat di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jl. Laksda Adisucipto, Papringan, Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai dan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang berasal dari berbagai lembaga pendidikan dan instansi terkait.

Seminar ini diikuti oleh dosen, guru, mahasiswa, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan di bidang ekonomi syariah. Kehadiran Menteri Agama RI sebagai pembicara utama memberikan wawasan strategis mengenai pentingnya penguatan ekosistem ekonomi halal sebagai salah satu pilar pembangunan nasional. Para peserta memperoleh pemahaman mengenai peluang, tantangan, dan strategi pengembangan ekonomi syariah yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Kota Yogyakarta, melalui UIN dengan kolaborasi pihak-pihak terkait diharapkan dapat menjadi pelopor bertumbuh kembangnya ide dan gagasan ekosistem halal, dengan modal yang mencukupi. Perlu dukungan semua pihak untuk mewujudkan hal tersebut. Sinergisitas, kolaborasi dan partisipasi menjadi kata kuncinya.

Khofifah Indar Parawansa memberikan wawasan/sharing dan jika bermanfaat dapat ditiru terkait  apa saja yang telah dilakukan oleh Propinsi Jawa Timur dalam mewujudkan ekosistem halal melalui berbagai program yang saat ini sudah menampakkan hasil dengan diraihnya berbagai penghargaan yang tiap tahun meningkat. Upaya yang dilakukan membutuhkan observasi langsung ke akar rumput untuk memperoleh fakta dan data yang senyatanya dan dibahas dengan pihak terkait untuk menemukan Solusi yang komprehensif. Effort yang kuat, kontinyu, dan kolaborasi semua pihak menjadi hal yang mutlak untuk mewujudkan target. Penyelenggaraan seminar bertujuan untuk meningkatkan literasi ekonomi halal serta memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya penerapan prinsip-prinsip syariah dalam kegiatan ekonomi. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk mendorong kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan sektor usaha dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya produktif, tetapi juga adil, inklusif, dan berkelanjutan.

Melalui seminar ini, peserta diharapkan mampu mengembangkan wawasan dan keterampilan yang relevan dengan perkembangan ekonomi syariah modern. Pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam membangun karakter kewirausahaan yang beretika serta meningkatkan peran generasi muda sebagai agen perubahan dalam mendukung terwujudnya ekonomi halal yang kuat, kompetitif, komprehensif, inklusif, berkelanjutan dan berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia dalam mewujudkan komunitas syariah. Guru ekonomi dapat menjadi agen informasi  bagi murid-muridnya saat pembelajaran, dalam rangka edukasi ekosistem syariah. Tujuannya agar murid secara simumltan dapat sharing ke pihak lain di lingkungan sekolah, keluarga dan Masyarakat yang lebih luar. Hal ini dapat menumbuhkan pemahaman dan secara perlahan tapai pasti dapat mendorong terbentuknya ekosisitem syariah,  Insya Allah. (Ipg)