BANTUL (MAN 1 Bantul) – Memasuki pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) Tahun Ajaran 2025/2026, Tim Kedisiplinan MAN 1 Bantul terus memperkuat pembinaan karakter siswa melalui tindakan edukatif bagi mereka yang datang terlambat. Pada Rabu (10/6/2026), sejumlah siswa yang tiba di madrasah melebihi pukul 07.00 WIB mendapat pembinaan khusus berupa pelaksanaan sholat dhuha berjamaah di lapangan madrasah, pembacaan Asmaul Husna, serta penyampaian nasihat oleh anggota tim kedisiplinan.
Kegiatan pembinaan ini dipimpin langsung oleh Muhlis, S.Pd., selaku anggota Tim Kedisiplinan ASAT MAN 1 Bantul. Para siswa yang terlambat dikumpulkan di lapangan madrasah untuk melaksanakan sholat dhuha secara berjamaah. Kegiatan ini tidak bersifat menghukum, tetapi lebih pada upaya mengubah kebiasaan buruk menjadi aktivitas yang bernilai ibadah sekaligus menenangkan jiwa sebelum memulai aktivitas belajar atau mengikuti asesmen.
Setelah sholat dhuha, seluruh siswa yang terlambat diajak membaca Asmaul Husna secara bersama-sama. Suasana di lapangan madrasah pun terasa khidmat dengan lantunan nama-nama indah Allah SWT. Muhlis, S.Pd., kemudian menyampaikan nasihat singkat namun menyentuh kepada para siswa. Dalam nasihatnya, ia mengingatkan tentang pentingnya disiplin waktu, terutama di masa pelaksanaan asesmen yang menentukan kenaikan kelas. “Kedisiplinan adalah cerminan tanggung jawab seorang pelajar. Datang tepat waktu bukan hanya soal aturan, tetapi juga menunjukkan kesiapan kalian dalam mengikuti pembelajaran dan menghormati proses pendidikan,” ujar Muhlis di hadapan para siswa.Kepala MAN 1 Bantul, Hj. Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., mendukung penuh langkah Tim Kedisiplinan dalam memberikan pembinaan yang edukatif dan humanis. “Kami ingin siswa tidak sekadar jera, tetapi juga memahami nilai-nilai kebaikan di balik aturan yang diterapkan. Dengan sholat dhuha dan pembacaan Asmaul Husna, mereka diajak untuk mendekatkan diri kepada Allah sekaligus merenungkan pentingnya disiplin dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya. Pendekatan ini dinilai lebih efektif membentuk karakter siswa dibandingkan sanksi yang bersifat fisik atau administratif. (arf)

