Bantul (MAN 1 Bantul) – Semangat literasi tidak hanya tumbuh di kalangan siswa, tetapi juga terus berkembang di kalangan pendidik. Hal ini dibuktikan oleh lima guru MAN 1 Bantul, yaitu Nur Khasanah, Siti Maryam, Azmiati Lathifah, Agustina Budihayati Putri, daan Kartika Nur Oktaviani yang menerima buku antologi puisi hasil karya melalui program Gerakan Sekolah Menulis Buku (GSMB) Nyalanesia. Penyerahan buku tersebut menjadi momen istimewa sekaligus bentuk apresiasi atas dedikasi para guru dalam mengembangkan budaya literasi di lingkungan madrasah.
Buku antologi puisi yang diterima merupakan hasil karya bersama para penulis dari siswa dan guru tergabung dalam program GSMB Nyalanesia. Melalui program ini, para peserta mendapatkan kesempatan untuk mengasah keterampilan menulis, mengekspresikan gagasan dan perasaan melalui puisi, serta menerbitkan karya dalam sebuah buku.
Kelima guru MAN 1 Bantul menunjukkan bahwa profesi guru tidak hanya berperan sebagai pendidik di ruang kelas, tetapi juga sebagai pembelajar sepanjang hayat yang terus berkarya. Keikutsertaan mereka dalam GSMB Nyalanesia menjadi inspirasi bagi siswa dan warga madrasah untuk lebih aktif dalam kegiatan literasi.
Dalam suasana penuh kebanggaan, buku antologi puisi tersebut diserahkan kepada para guru penulis oleh Kepala Perpustakaan, Siti Maryam pada Selasa, (09/06/2026) pukul 12.30 WIB di halaman MAN 1 Bantul. Kehadiran buku tersebut menjadi bukti nyata bahwa ide dan kreativitas guru dapat diwujudkan menjadi karya yang bermanfaat bagi banyak orang.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah memberikan apresiasi kepada para guru yang telah berhasil menerbitkan karya puisi melalui GSMB Nyalanesia. Menurut Mafrudah, pencapaian tersebut menunjukkan komitmen guru dalam mengembangkan kompetensi diri sekaligus memperkuat budaya literasi di madrasah. ”Guru harus menjadi teladan dalam budaya membaca dan menulis. Keberhasilan menerbitkan karya ini membuktikan bahwa guru MAN 1 Bantul terus berinovasi dan berkarya, sehingga dapat menjadi inspirasi bagi para siswa,” ungkap Mafrudah.
Penerimaan buku antologi puisi oleh lima guru MAN 1 Bantul menjadi langkah nyata dalam memperkuat budaya literasi madrasah. Diharapkan karya-karya tersebut dapat memotivasi warga madrasah untuk terus menulis, berkarya, dan berkontribusi dalam membangun ekosistem literasi yang kreatif, produktif, dan berkelanjutan. Hal tersebut sejalan dengan semangat madrasah CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, Anti Diskriminasi). (nk)Top of FormBottom of Form

