Antologi Puisi Diserahkan, Wujud Nyata Literasi dan Kreativitas Siswa MAN 1 Bantul

Bantul (MAN 1 Bantul) – Semangat literasi terus tumbuh dan berkembang di lingkungan madrasah. Hal ini ditandai dengan penyerahan buku antologi puisi hasil karya siswa dan guru yang tergabung dalam Gerakan Sekolah Menulis Buku (GSMB) Nyalanesia. Kegiatan penyerahan buku berlangsung dengan penuh kebanggaan dan haru karena menjadi bukti nyata keberhasilan siswa dalam menuangkan ide, perasaan, serta imajinasi mereka ke dalam karya sastra yang diterbitkan secara nasional. Kegiatan penyerahan ini dilakukan oleh Kepala Perpustakaan MAN 1 Bantul, Siti Maryam pada Selasa, (09/06/2026) pukul 12.30 WIB di halaman MAN 1 Bantul.

Buku antologi puisi tersebut merupakan hasil proses panjang yang dilalui oleh siswa dan guru, mulai dari penyusunan naskah, proses penyuntingan, hingga akhirnya diterbitkan dalam sebuah buku oleh PT Nyala Masadepan Indonesia Kota Surakarta pada Januari 2026. Keterlibatan siswa guru dalam GSMB Nyalanesia menjadi pengalaman berharga yang tidak hanya mengasah keterampilan menulis, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan kecintaan terhadap dunia literasi.

Pada kesempatan tersebut, Siti Maryam menyerahkan buku antologi puisi berisi lima puluh karya siswa dan lima karya guru kepada para penulis muda dan guru sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras mereka. Suasana bahagia tampak jelas ketika para siswa menerima buku yang memuat karya-karya mereka. Bagi sebagian siswa, momen tersebut menjadi pengalaman pertama melihat namanya tercantum sebagai penulis dalam sebuah buku yang diterbitkan secara resmi.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh siswa dan guru yang telah berpartisipasi dalam program GSMB Nyalanesia. Menurut Mafrudah, prestasi tersebut menunjukkan bahwa siswa madrasah tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu berkarya dan berkontribusi dalam pengembangan literasi nasional. ”Buku ini bukan sekadar kumpulan puisi, tetapi juga rekam jejak kreativitas, keberanian berekspresi, dan semangat belajar para siswa. Semoga pengalaman ini menjadi motivasi untuk terus berkarya dan menghasilkan tulisan-tulisan yang inspiratif,” ujar Mafrudah.

Sementara itu, para siswa mengaku bangga dan senang dapat menjadi bagian dari program nasional tersebut. Mereka berharap kegiatan literasi seperti GSMB dapat terus dilaksanakan sehingga semakin banyak siswa yang berani menulis dan menerbitkan karya.

Penyerahan buku antologi puisi ini menjadi bukti bahwa budaya literasi di madrasah terus berkembang. Diharapkan keberhasilan para siswa dan guru tersebut dapat menginspirasi teman-teman lain untuk berani berkarya, menulis, dan menebarkan manfaat melalui rangkaian kata yang penuh makna. Dengan semangat literasi yang terus menyala, madrasah optimis mampu melahirkan generasi yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing di masa depan. Hal tersebut sejalan dengan semangat madrasah CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, Anti Diskriminasi). (nk)Top of FormBottom of Form