Guru MAN 1 Bantul Laksanakan Tadarus Bersama untuk Memperkuat Nilai Religius dan Kebersamaan

Bantul (MAN 1 Bantul) — Para guru MAN 1 Bantul melaksanakan kegiatan tadarus Al-Qur’an bersama di lingkungan madrasah dengan dipimpin oleh bapak Abdul Qodir, S.H pada Selasa (23/6/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembiasaan keagamaan yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta mempererat kebersamaan antarpendidik.

Suasana khusyuk terlihat saat para guru bersama-sama membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an. Kegiatan tadarus dilaksanakan dengan penuh ketenangan sebagai ikhtiar untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang religius. Berbagai lembaga pendidikan juga menjadikan tadarus bersama sebagai kegiatan pembiasaan untuk menanamkan karakter religius dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan dapat menjaga semangat spiritual dalam menjalankan tugas sebagai pendidik. Selain sebagai sarana ibadah, tadarus bersama juga menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi dan membangun kekompakan di antara warga madrasah.

Menanggapi pelaksanaan tadarus bersama yang rutin digelar oleh para pendidik ini, Kepala MAN 1 Bantul memberikan apresiasi yang mendalam. Beliau menegaskan bahwa kegiatan mengaji bersama ini merupakan fondasi spiritual yang sangat kuat dalam mewujudkan visi madrasah melalui tagline “Cadas Berkelas” (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart; Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi).

“Kegiatan tadarus bersama ini adalah cerminan utama dari pilar Agamis dan upaya nyata dalam membentuk pendidik yang Berkarakter mulia. Dengan memperkuat kedekatan terhadap Al-Qur’an, para guru tidak hanya mengasah aspek intelektual agar semakin Cerdas dan Smart dalam mengajar, tetapi juga memiliki keteladanan spiritual yang kuat untuk ditransfer kepada para peserta didik,” tutur Kepala MAN 1 Bantul.

Kepala Madrasah juga menambahkan bahwa suasana mengaji yang membaur di dalam satu ruangan mencerminkan kebersamaan yang inklusif. “Momentum duduk bersama membaca ayat suci ini merefleksikan iklim madrasah yang Demokratis dan Anti Diskriminasi, di mana seluruh guru memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk belajar dan beribadah bersama tanpa memandang senioritas maupun latar belakang jabatan. Di samping itu, kemampuan guru memanfaatkan mushaf digital di era modern menunjukkan sikap yang Adaptif terhadap perkembangan teknologi. Terakhir, ketenangan dan kebersihan ruang tadarus yang selalu dijaga dengan baik membuktikan bahwa budaya Cinta Lingkungan telah melekat erat dalam setiap aktivitas religius kita,” pungkasnya.

Kegiatan rutin bernuansa keagamaan seperti ini diharapkan mampu memberikan keteladanan bagi seluruh warga madrasah, bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak mulia. (adm)