Bantul (MAN 1 Bantul) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan keluarga besar MAN 1 Bantul melalui bidang literasi. Sejumlah guru dan siswa MAN 1 Bantul berhasil menerbitkan buku antologi puisi berjudul “Yang Tidak Pernah Meminta Kembali” melalui program Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional (GSMB Nasional) yang diselenggarakan oleh Nyalanesia selama periode Januari 2025 hingga Mei 2026.
Buku antologi puisi tersebut merupakan hasil kolaborasi antara guru dan peserta didik MAN 1 Bantul yang menuangkan gagasan, pengalaman, perasaan, serta refleksi kehidupan dalam bentuk karya sastra. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata pengembangan budaya literasi di lingkungan madrasah sekaligus memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengekspresikan kreativitas mereka melalui tulisan.
Guru pendamping dalam program ini terdiri atas Siti Maryam, S.Pd., Nur Khasanah, S.Pd., Azmiati Lathifah, S.S., Kartika Nur Oktaviani, S.Si., M.Pd., dan Agustin Budihayati Putri, S.Pd. Kelima guru tersebut mendampingi puluhan peserta didik dalam proses penulisan hingga penerbitan buku.

Sebanyak 42 siswa turut berkontribusi sebagai penulis dalam buku antologi puisi tersebut, yaitu Maksum Saifudin Nur Arifin, Consientizaco Beeznillah Najidkhan, Muhammad Syafa Najif, Hanan Nadhif Furrachman, Saka Regino Putra Sena, Diah Ayu Kumala Sari, Adhi Aksa Bayu Murti, Afina Restu Gunawan, Rizal Erlangga Saputra Pratama, Kayla Aldawiah, Darell Haidar Satriatama, Roihan Azka Fuadi, Khalis Aryasatya Fathurrahman, Bunga Karunia Iswandari, Andika Iwansyah, Ilham Tilal Atsal, Bintang Alya Mukhbita, Ardelia Ariswandari, Qurotu Ain Filza Nadhira, Iva Leilani Nirbita, Zaskia Aulia Sidik, Joviori Al Maliki N, Novi Rosita, Rachmawati Fadzila Sari, Syifa Cinta Rizki Setiawan, Frea Syifa Mazaya, Nikita Fara Sausan, Arif Wibisono, Lailia Hoirunnisa, Diah Ayu Kartika Dewi, Novi Nuryana, Rayhan Aditya Akbar, Aulia Arshelly, Fauzia Nur Safana, Melisa Jasmine Suryandaru, Flora Lesta Bela, Nun Naima Izzati, Amira Fadia Kurniawan, Aulia Fauziyah Rahma, Zashinta, Eka Puji Lestari, dan Rizquna Maulidia.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., mengapresiasi terbitnya buku antologi puisi tersebut. Menurutnya, kegiatan literasi yang menghasilkan karya nyata merupakan bagian penting dalam membangun budaya akademik yang produktif di madrasah.
“Terbitnya buku ini menunjukkan bahwa peserta didik MAN 1 Bantul memiliki potensi besar dalam bidang literasi. Kami berharap karya ini menjadi motivasi bagi siswa untuk terus membaca, menulis, dan berkarya sehingga mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Siti Maryam, S.Pd., selaku salah satu guru pendamping menyampaikan bahwa proses penulisan buku menjadi pengalaman berharga bagi para siswa. Selain meningkatkan keterampilan menulis, kegiatan ini juga melatih kepekaan, kreativitas, dan kemampuan menuangkan gagasan dalam bentuk karya sastra.
Melalui program GSMB Nasional, MAN 1 Bantul terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan budaya literasi yang berkelanjutan. Kehadiran buku antologi puisi Yang Tidak Pernah Meminta Kembali menjadi bukti bahwa literasi dapat tumbuh dan berkembang melalui kolaborasi yang baik antara guru dan peserta didik.
Prestasi ini selaras dengan semangat “CADAS Berkelas”, yang mengedepankan nilai-nilai Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi dalam setiap aktivitas pendidikan dan pengembangan potensi peserta didik. (mry)

