Raker KKMA DIY Terapkan Konsumsi Tanpa Dus, Wujudkan Kegiatan Ramah Lingkungan di MAN 1 Bantul

Bantul (MAN 1 Bantul) – Komitmen terhadap pelestarian lingkungan ditunjukkan dalam pelaksanaan Rapat Kerja (Raker) Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) Daerah Istimewa Yogyakarta yang digelar di Aula MAN 1 Bantul ). Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah penyajian konsumsi tanpa menggunakan dus atau kemasan sekali pakai. pada Rabu (24/6/2026)

Seluruh peserta rapat mendapatkan konsumsi yang disajikan menggunakan piring dan peralatan makan yang dapat digunakan kembali. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengurangi timbulan sampah, khususnya sampah kertas dan plastik yang umumnya berasal dari kemasan konsumsi kegiatan.

Ketua panitia menyampaikan bahwa penggunaan piring sebagai wadah konsumsi merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan. Selain lebih ramah lingkungan, cara ini juga menciptakan suasana yang lebih nyaman dan tertata selama kegiatan berlangsung
.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyambut baik penerapan konsumsi tanpa dus dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, langkah sederhana ini memiliki dampak positif yang besar apabila dilakukan secara konsisten.

“Madrasah harus menjadi contoh dalam membangun budaya peduli lingkungan. Penyajian konsumsi tanpa dus ini merupakan salah satu bentuk nyata penerapan prinsip ramah lingkungan yang dapat mengurangi volume sampah dari kegiatan pertemuan atau rapat. Kami berharap kebiasaan baik ini dapat terus diterapkan dalam berbagai kegiatan di madrasah maupun forum lainnya,” ungkap Mafrudah.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa MAN 1 Bantul mendukung berbagai program yang sejalan dengan pelestarian lingkungan dan penguatan karakter warga madrasah. Upaya tersebut tidak hanya diwujudkan melalui pembelajaran, tetapi juga melalui praktik nyata dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan.

Pelaksanaan Raker KKMA DIY di MAN 1 Bantul berlangsung lancar dan produktif. Selain membahas program kerja organisasi, kegiatan ini juga menjadi sarana berbagi praktik baik antar madrasah, termasuk dalam penerapan budaya ramah lingkungan. Dengan adanya konsumsi tanpa dus, Raker KKMA DIY memberikan contoh bahwa kegiatan formal dapat berjalan efektif sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan.(ning).