Tertarik Mengkaji Kehidupan Sosial Keagamaan, Izzat Al-Kafi Lolos UMPTKIN UIN Sunan Kalijaga

BANTUL (MAN 1 BANTUL) – Prestasi membanggakan kembali diraih alumni MAN 1 Bantul. Izzat Al-Kafi berhasil lolos Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UMPTKIN) dan diterima di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Program Studi Sosiologi Agama. Hasil seleksi tersebut diumumkan pada Selasa (30/6/2026).

Keberhasilan ini menjadi langkah awal Izzat untuk mendalami kajian mengenai hubungan antara agama, masyarakat, dan dinamika sosial. Di tengah kehidupan yang semakin majemuk, pemahaman tentang sosiologi agama memiliki peran penting dalam membangun sikap toleransi, memperkuat harmoni sosial, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan kemasyarakatan.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan yang diraih Izzat sekaligus mengapresiasi pilihannya menekuni bidang ilmu sosial keagamaan.

“Selamat kepada Izzat Al-Kafi yang telah berhasil diterima di UIN Sunan Kalijaga melalui jalur UMPTKIN. Kami berharap ilmu yang dipelajari nantinya dapat menjadi bekal untuk berkontribusi dalam membangun masyarakat yang rukun, toleran, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Semoga keberhasilan ini juga menjadi inspirasi bagi adik-adik kelas untuk terus berusaha meraih cita-cita,” ungkapnya.

Izzat mengaku bersyukur atas hasil yang diperolehnya. Baginya, Program Studi Sosiologi Agama merupakan pilihan yang sesuai dengan minatnya untuk memahami kehidupan masyarakat dari perspektif sosial dan keagamaan.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dapat diterima di Program Studi Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga. Saya ingin mempelajari bagaimana agama berperan dalam kehidupan sosial serta bagaimana membangun hubungan yang harmonis di tengah masyarakat yang beragam. Semoga ilmu yang saya peroleh nanti dapat bermanfaat bagi banyak orang,” tuturnya.

Keberhasilan Izzat menunjukkan bahwa setiap bidang ilmu memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan zaman. Tidak hanya ilmu eksakta maupun teknologi, ilmu sosial keagamaan juga menjadi fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang inklusif, saling menghormati, dan mampu hidup berdampingan dalam keberagaman.

Prestasi ini semakin memperkuat komitmen MAN 1 Bantul CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi) dalam mengantarkan peserta didik melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sesuai minat, bakat, dan cita-citanya, sekaligus mencetak generasi yang siap memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan masyarakat. (ad)