Dr. Muqowwim, M.Ag Berikan Penguatan Soft Skills pada Rapat Kerja MAN 1 Bantul

Yogyakarta (MAN 1 Bantul) — Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan madrasah, MAN 1 Bantul menghadirkan Dr. Muqowwim, M.Ag sebagai narasumber pada sesi penguatan soft skills dalam kegiatan rapat kerja. Materi yang disampaikan berfokus pada pengembangan karakter pendidik dan tenaga kependidikan agar mampu menciptakan lingkungan kerja yang positif, produktif, dan penuh semangat.

Dalam paparannya, Dr. Muqowwim menegaskan bahwa kebahagiaan merupakan fondasi penting dalam membangun budaya kerja yang berprestasi. Menurutnya, pendidik dan tenaga kependidikan perlu memiliki positive emotion agar mampu menjalankan tugas dengan optimal dan memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didik.

“Tenaga pendidik dan tenaga kependidikan harus bahagia agar semuanya dapat berprestasi. Lingkungan kerja yang dipenuhi emosi positif akan melahirkan semangat, kreativitas, dan kolaborasi yang lebih baik,” ungkapnya.

Selain itu, Dr. Muqowwim mengajak seluruh peserta untuk terus menumbuhkan semangat belajar dan berkembang melalui prinsip willing to learn dan willing to grow. Sikap tersebut menjadi modal penting dalam menghadapi perubahan serta meningkatkan kompetensi secara berkelanjutan.

Dalam sesi penguatan karakter, beliau juga menyampaikan 5 nilai utama yang perlu diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Pertama, membangun budaya perdamaian. Setiap warga madrasah diharapkan mampu menciptakan suasana yang harmonis, mengedepankan dialog, saling menghargai, serta menyelesaikan setiap persoalan dengan bijaksana.

Kedua, menumbuhkan budaya cinta melalui kebiasaan memberi. Dr. Muqowwim mengutip makna yang terkandung dalam QS. An-Nisa ayat 85 bahwa
مَنْ يَشْفَعْ شَفَاعَةً حَسَنَةً يَكُنْ لَهُ نَصِيبٌ مِنْهَا ۖ وَمَنْ يَشْفَعْ شَفَاعَةً سَيِّئَةً يَكُنْ لَهُ كِفْلٌ مِنْهَا ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ مُقِيتًا”Barang siapa memberi pertolongan (syafa’at) dengan pertolongan yang baik, niscaya dia akan memperoleh bagian (pahala) dari padanya. Dan barang siapa memberi pertolongan dengan pertolongan yang buruk, niscaya dia akan memikul bagian (dosa) daripadanya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” setiap kebaikan yang diberikan kepada orang lain akan membawa manfaat dan balasan yang baik. Oleh karena itu, budaya saling membantu, berbagi, dan memberi hendaknya menjadi karakter yang terus dipupuk di lingkungan madrasah.

Ketiga, membangun kebahagiaan melalui mindfulness. Dengan kesadaran penuh terhadap setiap aktivitas yang dijalani, seseorang akan lebih mampu mengelola emosi, menjaga kesehatan mental, serta menikmati proses dalam bekerja. Mindfulness juga membantu seseorang untuk tetap fokus, bersyukur, dan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.

Keempat, power, yaitu kekuatan untuk mengembangkan potensi diri, membangun daya juang, serta memiliki keberanian dalam menghadapi tantangan dan mengambil keputusan yang tepat. Kekuatan ini harus diarahkan untuk memberikan manfaat bagi lembaga, peserta didik, dan masyarakat.

Kelima, pure (keikhlasan). Menurut Dr. Muqowwim, keikhlasan menjadi landasan utama dalam setiap pengabdian. Pekerjaan yang dilakukan dengan hati yang tulus akan melahirkan ketenangan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menjadikan setiap aktivitas bernilai ibadah.

Melalui materi penguatan soft skills ini, diharapkan seluruh pendidik dan tenaga kependidikan MAN 1 Bantul semakin termotivasi untuk terus belajar, berkembang, dan membangun budaya kerja yang positif. Semangat kebersamaan, perdamaian, cinta, serta kebahagiaan diharapkan menjadi energi utama dalam mewujudkan MAN 1 Bantul sebagai madrasah yang unggul, berprestasi, dan berkarakter. (Zid)