Bantul (MAN 1 Bantul) – Suasana berbeda terasa di ruang kelas keterampilan otomotif MAN 1 Bantul, Selasa (14/7/2026). Para siswa kelas XI yang baru saja menyelesaikan program Praktik Kerja Industri (Prakerin) di sejumlah bengkel mitra, termasuk AHASS Pakarti Donotirto, kini kembali duduk di bangku madrasah untuk melanjutkan pembelajaran teori dan praktik di semester baru.
Setelah menjalani magang selama kurang lebih tiga bulan, para siswa tampak lebih percaya diri dan bersemangat. Mereka tidak hanya membawa pengalaman teknis yang berharga, tetapi juga pemahaman baru tentang disiplin, etos kerja, dan standar pelayanan di dunia industri. Suasana di kelas pun terasa lebih hidup, karena para siswa antusias berbagi cerita dan pengalaman selama magang.
Salah satu siswa mengaku mendapatkan banyak ilmu baru yang tidak didapatkan di bangku madrasah. “Selama prakerin di AHASS, saya belajar banyak hal, termasuk cara melayani pelanggan dan menangani keluhan konsumen. Sekarang saya jadi lebih paham bahwa menjadi mekanik itu tidak hanya soal memperbaiki motor, tapi juga soal pelayanan dan tanggung jawab,” ujarnya.
Siswa lainnya menambahkan bahwa pengalaman magang membuatnya lebih percaya diri dengan kemampuan teknis yang dimiliki. “Dulu saya agak ragu kalau disuruh turun ke lapangan. Tapi setelah tiga bulan magang, saya jadi lebih berani dan terbiasa dengan standar bengkel resmi. Sekarang balik ke kelas, saya jadi lebih mudah memahami materi yang diajarkan guru,” ungkapnya.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I, saat ditemui di sela-sela kesibukannya, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas antusiasme para siswa yang kembali belajar. Beliau juga menekankan pentingnya momen ini sebagai ajang refleksi dan penguatan kompetensi.
“Saya sangat bersyukur melihat anak-anak kita kembali dengan semangat baru dan wajah-wajah yang lebih percaya diri. Pengalaman Prakerin selama tiga bulan adalah masa yang sangat berharga bagi mereka. Mereka tidak hanya pulang dengan keterampilan teknis yang terasah, tetapi juga dengan kedewasaan dan tanggung jawab yang lebih matang. Kini saatnya mereka menuangkan semua pengalaman itu ke dalam pembelajaran di kelas, mengkoneksikan teori dengan praktik nyata yang telah mereka jalani. Saya berharap mereka tidak cepat puas, terus menggali ilmu, dan memanfaatkan momen ini untuk mempersiapkan diri menuju dunia kerja yang sesungguhnya. Pengalaman ini juga menjadi bekal penting bagi mereka untuk menghadapi ujian kompetensi keahlian dan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, ” ujar Mafrudah dengan penuh haru.
Mafrudah juga menitipkan pesan kepada para siswa agar tetap menjaga sikap rendah hati dan terus belajar. “Pengalaman magang hanyalah awal. Masih banyak hal yang harus dipelajari. Jangan merasa sudah hebat. Teruslah belajar dari guru-guru dan teman-teman di kelas. Jaga nama baik madrasah di manapun kalian berada,” pesannya.
Sementara itu, guru produktif otomotif menjelaskan bahwa pembelajaran pasca-Prakerin akan difokuskan pada pendalaman materi yang belum dikuasai siswa selama magang, serta penguatan kompetensi yang menjadi syarat kelulusan. “Kami akan mengadakan refleksi bersama, di mana siswa diminta menyampaikan kendala dan pengalaman mereka selama magang. Dari situ, kami akan menyesuaikan materi pembelajaran agar lebih relevan,” jelasnya.
Kegiatan belajar di kelas pasca-Prakerin ini dijadwalkan berlangsung selama satu semester penuh. Para siswa akan kembali mengikuti praktik di bengkel madrasah dengan pembekalan yang lebih matang, serta mempersiapkan diri untuk ujian kompetensi keahlian yang akan menjadi penentu kelulusan mereka.Fa_Ro

