Bantul (MAN 1 Bantul) – Dalam rangkaian kegiatan Matamuda (Masa Ta’aruf Murid Madrasah) Tahun Pelajaran 2026/2027, MAN 1 Bantul menghadirkan narasumber dari Polres Bantul, Aiptu Nur Budi Prasetyo, S.Psi., untuk memberikan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) kepada peserta didik baru. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya madrasah membangun karakter serta meningkatkan kesadaran siswa terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba sejak dini.
Dalam pemaparannya, Aiptu Nur Budi Prasetyo menjelaskan bahwa penyalahgunaan NAPZA dapat memberikan dampak yang sangat serius, baik terhadap kesehatan fisik dan mental, kehidupan sosial, maupun masa depan generasi muda. Oleh karena itu, remaja perlu memiliki pengetahuan yang cukup agar mampu mengenali bentuk-bentuk penyalahgunaan NAPZA serta berani menolak segala bentuk ajakan yang mengarah pada perilaku tersebut.
“Remaja adalah aset bangsa yang harus dijaga. Jangan pernah mencoba-coba menggunakan NAPZA karena dampaknya dapat merusak kesehatan, mengganggu masa depan, bahkan berhadapan dengan hukum. Bentengi diri dengan pergaulan yang positif, pilih lingkungan yang baik, dan berani mengatakan tidak terhadap penyalahgunaan narkoba,” tegas Aiptu Nur Budi Prasetyo.
Selain membahas dampak penyalahgunaan NAPZA, pemateri juga mengajak peserta didik untuk bijak dalam memilih pergaulan, meningkatkan komunikasi dengan orang tua dan guru, serta memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang positif agar terhindar dari pengaruh negatif lingkungan.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Murid baru aktif mengajukan pertanyaan seputar jenis-jenis NAPZA, modus peredaran narkoba di kalangan remaja, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa pembekalan mengenai bahaya NAPZA merupakan salah satu materi penting dalam Matamuda sebagai upaya membangun kesadaran peserta didik sejak awal memasuki madrasah.
“Kami berharap melalui edukasi ini, peserta didik memiliki pemahaman yang kuat mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA serta mampu menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif. Madrasah berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik agar menjadi generasi yang berprestasi, berakhlak mulia, serta memiliki masa depan yang gemilang,” ujar Mafrudah.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara madrasah dan Polres Bantul menjadi langkah strategis dalam memperkuat pendidikan karakter sekaligus meningkatkan kesadaran hukum di kalangan peserta didik.
Kegiatan ini sejalan dengan tagline MAN 1 Bantul, CADAS BERKELAS, yaitu Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi. Melalui edukasi tentang bahaya NAPZA, peserta didik didorong menjadi generasi yang cerdas dalam mengambil keputusan, berkarakter kuat untuk menolak penyalahgunaan narkoba, adaptif dalam menghadapi tantangan pergaulan, serta mampu menciptakan lingkungan madrasah yang sehat, aman, dan kondusif.
Melalui Matamuda, MAN 1 Bantul terus menghadirkan berbagai materi pembekalan yang relevan bagi peserta didik baru sebagai bekal dalam menjalani proses pendidikan. Kolaborasi dengan berbagai instansi, termasuk Polres Bantul, menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam mencetak generasi yang unggul, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(wnd)

