Belajar Dari Alam: Guru Geografi MAN 1 Bantul Belajar Geomorfologi Solusional di Museum Karst Indonesia

Wonogiri (MAN 1 Bantul) – Sebanyak 22 guru geografi yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Geografi MA Daerah Istimewa Yogyakarta, termasuk guru dari MAN 1 Bantul, Suharyono, mengikuti kegiatan pembelajaran lapangan di Museum Karst Indonesia, Wonogiri, pada Senin (27/7/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi profesional guru melalui penguatan pemahaman geomorfologi, khususnya bentang alam karst yang terbentuk akibat proses pelarutan batuan kapur (geomorfologi solusional). Dengan mengamati langsung berbagai koleksi, diorama, dan informasi ilmiah yang disajikan museum, para peserta memperoleh pengalaman belajar yang memperkaya materi pembelajaran Geografi di madrasah.

Selama kegiatan berlangsung, para guru tampak antusias mengikuti penjelasan yang disampaikan oleh pemandu museum mengenai proses terbentuknya kawasan karst, karakteristik bentang alam, hingga pemanfaatan dan upaya pelestariannya. Suasana diskusi berlangsung interaktif ketika para peserta mengajukan berbagai pertanyaan serta mencocokkan penjelasan yang diterima dengan teori geomorfologi yang pernah mereka pelajari maupun ajarkan kepada murid. Kegiatan tersebut tidak hanya memperdalam wawasan akademik, tetapi juga memberikan inspirasi bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran Geografi yang lebih kontekstual melalui pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, mengapresiasi partisipasi guru dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, seorang guru harus memiliki semangat belajar sepanjang hayat agar mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan menghadirkan pembelajaran yang relevan bagi peserta didik. “Guru harus adaptif terhadap perkembangan zaman sekaligus terus memperkaya kompetensinya. Belajar tidak hanya dilakukan di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung di lapangan seperti di Museum Karst Indonesia. Dengan demikian, kualitas pembelajaran akan semakin bermakna dan mampu menumbuhkan rasa ingin tahu siswa terhadap fenomena alam, adaptif ini terkandung dalam tagline CADAS BERKELAS” tuturnya. (dyn)