Yogyakarta (MAN 1 Bantul) – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sosiologi Madrasah Aliyah (MA) se-Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan penguatan kompetensi guru dengan menghadirkan narasumber Dr. Poerwanti Hadi Pratiwi, S.Pd., M.Si., dosen Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Kegiatan yang berlangsung di MAN 2 Yogyakarta ini diikuti oleh guru-guru Sosiologi MA dari berbagai kabupaten/kota di DIY (28/7/2026).
Mengusung tema “Identifikasi dan Analisis Materi Sosiologi SMA/MA Tahun 2026”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman guru terhadap materi esensial Sosiologi yang menjadi dasar dalam penyusunan asesmen, khususnya Tes Kemampuan Akademik (TKA). Selain itu, forum MGMP juga menjadi wadah berbagi pengalaman dan menyamakan persepsi mengenai implementasi pembelajaran sesuai dengan perkembangan kebijakan pendidikan.
Dalam pemaparannya, Dr. Poerwanti Hadi Pratiwi menjelaskan pentingnya melakukan identifikasi terhadap materi-materi yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi serta menganalisis keterkaitannya dengan capaian pembelajaran. Guru didorong untuk tidak hanya memahami konsep-konsep sosiologi secara teoritis, tetapi juga mampu mengembangkan soal yang mengukur kemampuan berpikir kritis, analitis, dan pemecahan masalah peserta didik.
Selain pendalaman materi, peserta juga diajak melakukan analisis soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2025. Melalui kegiatan ini, guru mengkaji karakteristik soal, tingkat kognitif yang diukur, serta keterkaitan antara indikator soal dengan materi pembelajaran. Pembahasan dilakukan secara interaktif sehingga peserta dapat memahami pola penyusunan soal yang sesuai dengan standar asesmen nasional.
Kegiatan semakin aplikatif ketika seluruh peserta diminta mempraktikkan pengerjaan soal-soal TKA Sosiologi secara langsung. Setelah menyelesaikan latihan, peserta bersama narasumber mendiskusikan strategi penyelesaian soal, mengidentifikasi kompetensi yang diukur, serta mengevaluasi kualitas setiap butir soal.
Sebagai bagian dari Rencana Tindak Lanjut (RTL), guru-guru Sosiologi MA se-DIY juga mengikuti praktik penyusunan soal TKA berdasarkan kisi-kisi yang telah disediakan. Dalam sesi ini, peserta bekerja secara kolaboratif menyusun butir soal yang memenuhi prinsip validitas, reliabilitas, serta mampu mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills). Hasil penyusunan soal tersebut diharapkan menjadi bank soal yang dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai bahan latihan maupun evaluasi pembelajaran di masing-masing madrasah.
Ketua MGMP Sosiologi MA DIY menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru sekaligus mempersiapkan peserta didik menghadapi asesmen yang semakin menekankan kemampuan bernalar. Melalui kolaborasi antara MGMP dan akademisi dari Universitas Negeri Yogyakarta, guru diharapkan mampu menghasilkan perangkat evaluasi yang berkualitas dan selaras dengan arah kebijakan pendidikan.
Kegiatan MGMP ini berlangsung dengan antusias. Para peserta aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta berbagi pengalaman mengenai penyusunan instrumen penilaian di sekolah masing-masing. Diharapkan hasil kegiatan ini dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran sehingga mampu meningkatkan kualitas pembelajaran Sosiologi di Madrasah Aliyah se-Daerah Istimewa Yogyakarta. (nv)

