Bantul (MAN 1 Bantul) – Literasi menjadi salah satu program kokurikuler MAN 1 Bantul yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Meskipun program tersebut secara khusus terlaksana pada Jumat (31/7/2026), kegiatan literasi tidak berhenti pada satu hari saja, melainkan dilakukan setiap hari dan secara berulang-ulang. Salah satu implementasinya dilakukan melalui kegiatan literasi tentang dampak sosio-kultural akibat posisi strategis Indonesia di kelas XI FD 7 pada Jumat (7/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi murid untuk memperkaya pemahaman sekaligus mengasah kemampuan dalam memaknai informasi yang diperoleh.
Melalui kegiatan literasi, murid tidak hanya diarahkan untuk membaca, tetapi juga memahami, menghubungkan, dan menganalisis informasi mengenai berbagai dampak posisi strategis Indonesia. Kemampuan tersebut semakin penting di era digital ketika informasi dapat diperoleh dengan mudah dari berbagai sumber. Murid juga dilatih untuk menyeleksi informasi, membandingkan sumber, dan mengenali informasi palsu atau hoax sehingga tidak mudah menerima informasi secara mentah. Dengan demikian, literasi menjadi proses pembelajaran yang membangun kemampuan berpikir kritis dan bertanggung jawab dalam menghadapi derasnya arus informasi.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, menyampaikan bahwa literasi bukan hanya sekadar program kokurikuler, tetapi juga menjadi wujud nyata untuk menajamkan kecerdasan murid. Menurutnya, kecerdasan tidak hanya ditunjukkan melalui kemampuan menghafal, tetapi juga melalui kemampuan memahami dan menganalisis bacaan serta menyaring informasi secara bijak. Hal tersebut menjadi salah satu bentuk pemaknaan “Cerdas” dalam tagline CADAS BERKELAS, yakni membentuk murid yang mampu berpikir kritis, cermat, dan adaptif dalam menghadapi perkembangan informasi di era digital. (dyn)

