BANTUL (MAN 1 Bantul) — Laboratorium Komputer MAN 1 Bantul menjadi ruang diskusi yang hidup dan penuh inspirasi pada Rabu (5/8/2026). Kelompok siswi kelas X.E5 yang beranggotakan Asifa Dwi Zaskiana Putri, Azzahra Shafira Putri, Nur Zahra Salsa Billa, dan Umi Hanifa secara aktif membedah tema Alat Kolaborasi Digital vs Konvensional sebagai bentuk penerapan keterampilan generik (generic skills) dalam mata pelajaran Informatika.
Dalam ruang laboratorium yang interaktif tersebut, keempat siswi membandingkan efisiensi serta dinamika kerja antara sarana kolaborasi modern berbasis awan (cloud) dan aplikasi berbagi dokumen dengan metode konvensional berbasis kertas atau tatap muka langsung. Mereka menganalisis bagaimana kejelian memanfaatkan sarana digital dapat mempercepat alur pengerjaan tugas tanpa mengesampingkan nilai-nilai komunikasi langsung yang komunikatif dan efektif.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyambut hangat dan memberikan apresiasi tinggi atas kekritisan serta antusiasme yang ditunjukkan oleh para siswi kelas X.E5 tersebut. Beliau menilai bahwa kecakapan membandingkan instrumen kerja klasik dan modern merupakan fondasi penting dalam beradaptasi di era transformasi digital.
“Diskusi mengenai perbandingan alat kolaborasi ini merupakan wujud nyata dari perwujudan tagline madrasah kita, Cadas Berkelas (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart; Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi). Keahlian memilih dan memanfaatkan perangkat kerja digital yang hemat kertas secara langsung mendukung komitmen cinta lingkungan, serta melahirkan pribadi yang cerdas dan smart,” terang Mafrudah.
Beliau juga menambahkan bahwa keterbukaan dalam menerima masukan anggota tim selama diskusi melatih sikap demokratis dan anti diskriminasi. Selain itu, kemampuan menyikapi perkembangan teknologi dengan bijak membentuk karakter siswa agar senantiasa adaptif serta berkarakter kuat dalam berkarya.
Melalui diskusi di laboratorium komputer ini, diharapkan para siswi kelas X.E5 MAN 1 Bantul semakin mahir berkolaborasi, terampil memanfaatkan berbagai media pembelajaran digital, serta siap menjadi generasi yang unggul dan berintegritas. (ska)

