Bantul (MAN 1 Bantul)– Menentukan pilihan studi lanjut dan karier bukan sekadar persoalan memilih jurusan yang dianggap menarik. Pemahaman terhadap kemampuan, minat, bakat, gaya belajar, hingga karakter diri menjadi bekal penting agar murid dapat menentukan arah masa depan secara lebih tepat. Hal inilah yang menjadi salah satu fokus kegiatan asesmen psikologi bagi murid kelas XII MAN 1 Bantul bersama Skolla Education pada Rabu (26/8/2026).
Kegiatan asesmen dirancang untuk membantu murid memperoleh gambaran mengenai dirinya dari berbagai aspek. Sejumlah subtes diberikan, meliputi IQ Prediction Test, potensi kecerdasan, pemetaan karier, gaya belajar, tes peminatan mata pelajaran, minat dan bakat, serta tes perilaku.
Bagi murid kelas XII, hasil asesmen dapat menjadi bahan untuk melakukan refleksi diri. Murid diajak melihat bahwa setiap individu memiliki kemampuan, ketertarikan, dan karakteristik yang berbeda. Pemahaman tersebut penting agar pilihan setelah lulus dapat disesuaikan dengan potensi dan tujuan pribadi, bukan semata-mata mengikuti pilihan teman atau kecenderungan yang sedang populer.
Aspek pemetaan karier dan minat bakat menjadi bagian yang relevan bagi murid yang sedang mempersiapkan studi lanjut. Informasi yang diperoleh dapat membantu mereka mengeksplorasi bidang yang sesuai dengan ketertarikan dan potensi yang dimiliki. Sementara itu, tes peminatan mata pelajaran dapat memberikan gambaran mengenai bidang pembelajaran yang lebih sesuai untuk dikembangkan.
Tidak kalah penting, asesmen gaya belajar dan perilaku membantu murid memahami dirinya dalam proses belajar maupun dalam berinteraksi dengan lingkungan. Dengan mengenali karakteristik diri, murid diharapkan dapat mengembangkan strategi belajar yang lebih efektif serta meningkatkan kemampuan beradaptasi terhadap berbagai situasi.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S. Ag., M. Pd. I., menyampaikan bahwa pemahaman terhadap potensi diri menjadi bagian penting dalam mempersiapkan masa depan murid.
“Asesmen ini kami harapkan dapat membantu anak-anak mengenali potensi, minat, bakat, dan karakter dirinya. Dengan mengenal diri secara lebih baik, mereka akan lebih mudah menentukan pilihan studi lanjut maupun karier yang sesuai dengan kemampuan dan cita-citanya,” ungkap Mafrudah.
Menurutnya, madrasah memiliki tanggung jawab untuk mendampingi murid bukan hanya dalam pencapaian akademik, tetapi juga dalam mempersiapkan mereka menghadapi kehidupan setelah lulus. Karena itu, layanan yang membantu murid mengenali potensi dan menentukan arah masa depan perlu terus diperkuat.
Kegiatan ini juga memperkuat peran layanan Bimbingan dan Konseling (BK) dalam mendampingi murid kelas XII. Hasil asesmen dapat menjadi salah satu sumber informasi dalam proses konseling dan pendampingan, khususnya ketika murid membutuhkan pertimbangan dalam menentukan pilihan studi lanjut, jurusan, maupun rencana karier.
Pemahaman diri menjadi semakin penting menjelang kelulusan. Murid tidak hanya perlu mempersiapkan diri menghadapi berbagai seleksi pendidikan tinggi, tetapi juga perlu memiliki gambaran tentang tujuan yang ingin dicapai. Dengan demikian, persiapan masa depan dapat dilakukan secara lebih terencana dan berdasarkan pertimbangan yang matang.
Kolaborasi MAN 1 Bantul dengan Skolla Education melalui kegiatan asesmen psikologi menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap proses tersebut. Madrasah berupaya menyediakan ruang bagi murid untuk mengenali dirinya sebelum mengambil keputusan penting yang akan menentukan langkah berikutnya.
Kegiatan ini selaras dengan semangat CADAS BERKELAS, tagline MAN 1 Bantul yang merupakan akronim dari Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminatif. Asesmen psikologi menjadi salah satu upaya untuk mewujudkan murid yang Cerdas, Adaptif, Smart, dan Berkarakter, melalui kemampuan mengenali potensi diri dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
Pada akhirnya, mengenal diri merupakan bagian penting dari perjalanan menuju masa depan. Melalui asesmen ini, murid kelas XII MAN 1 Bantul diharapkan semakin memahami siapa dirinya, mengetahui potensi yang dapat dikembangkan, dan lebih mantap menentukan arah studi serta karier yang ingin ditempuh setelah lulus. (ad)

