BANTUL (MAN 1 Bantul) – Semangat literasi dan kepedulian lingkungan menyatu dalam pembelajaran Informatika di Laboratorium Komputer MAN 1 Bantul pada Rabu (5/8/2026). Tiga siswa kelas X.E7, yakni Yosi Aryo Prasojo, M. Rayhan Maulida A., dan Subkhan Surur, tampak sangat antusias mengikuti kegiatan diskusi kelompok dengan mengusung tema Berpikir Kritis dalam Penelusuran Informasi.
Dalam diskusi interaktif tersebut, ketiga siswa tidak hanya berlatih menyaring dan memverifikasi keabsahan data digital, tetapi juga mengaitkannya dengan prinsip Adiwiyata dan ekoteologi—yakni kesadaran menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari tanggung jawab spiritual. Mereka secara cermat memilah informasi bertema lingkungan hidup, membedakan fakta dan hoax seputar isu ekologi, serta memanfaatkan teknologi secara bijak tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan, seperti menerapkan budaya paperless (hemat kertas) selama penelusuran data.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., memberikan apresiasi tinggi atas keterpaduan antara kecakapan digital dan pemahaman ekoteologi yang ditunjukkan oleh para siswa kelas X.E7 tersebut. Beliau menilai bahwa integrasi nilai-nilai Adiwiyata dalam sains dan teknologi merupakan langkah strategis pembentukan karakter peserta didik.
“Integrasi berpikir kritis dan ekoteologi dalam penelusuran informasi ini merupakan wujud nyata dari perwujudan tagline madrasah kita, Cadas Berkelas (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart; Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi). Kejelian menyaring informasi digital mencerminkan siswa yang cerdas dan smart, sementara kesadaran menjaga alam sebagai bentuk ibadah memperkuat nilai agamis, berkarakter, dan cinta lingkungan,” terang Mafrudah.
Beliau juga menambahkan bahwa suasana diskusi yang saling menghargai gagasan kawan satu tim tanpa membeda-bedakan menunjukkan sikap demokratis dan anti diskriminasi. Keterampilan memanfaatkan ruang siber untuk aksi-aksi ramah lingkungan ini turut melatih siswa agar senantiasa adaptif dalam merespons tantangan zaman.
Melalui diskusi di laboratorium komputer ini, diharapkan Yosi, Rayhan, Subkhan, serta seluruh siswa MAN 1 Bantul dapat tumbuh menjadi generasi pembelajar yang tidak hanya cerdas berteknologi, tetapi juga memiliki kepedulian ekologis dan spiritual yang kuat demi kelestarian bumi. (ska)

