BANTUL (MAN 1 Bantul) — Suasana Laboratorium Komputer MAN 1 Bantul tampak dinamis dan penuh semangat pada Rabu (5/8/2026). Empat siswa kelas X E7—Muhammad Farhan Tricahyo, Sulthon Aliyya Harjuna, Muhammad Zaki Ahadan, dan Defvien Luveno Nurdiyansya—terlihat sangat antusias saat mengikuti kegiatan diskusi kelompok pada mata pelajaran Informatika yang mengusung tema “Etika Komunikasi Digital (Netiket)”.
Dalam ruang diskusi tersebut, Farhan, Sulthon, Zaki, dan Defvien secara aktif membedah berbagai norma kesantunan dalam berinteraksi di dunia maya. Materi yang dibahas meliputi pentingnya menjaga bahasa dalam berkomunikasi digital, menghargai privasi orang lain, menyaring informasi sebelum membagikannya, hingga menghindari perilaku perundungan siber (cyberbullying).
Diskusi interaktif ini tidak hanya melatih pemahaman teknis mengenai media digital, tetapi juga mengasah kedewasaan siswa dalam memanfaatkan teknologi secara bijak, empati, dan bertanggung jawab.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kesungguhan para siswa dalam mempelajari etika berdigital sejak dini. Beliau menekankan pentingnya penguasaan netiket sebagai benteng moral di era informasi.
“Pemahaman netiket ini sangat selaras dengan nilai-nilai yang kita usung dalam tagline madrasah, CADAS BERKELAS—Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart; Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi. Ketika anak-anak kita—Farhan, Sulthon, Zaki, dan Defvien—mampu berkomunikasi di dunia digital dengan santun, mereka sedang mengintegrasikan nilai agamis, berkarakter, dan anti diskriminasi ke dalam ruang siber,” tutur Mafrudah.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa kecerdasan digital harus selalu berjalan berdampingan dengan keluhuran budi pekerti agar mampu menciptakan ekosistem internet yang sehat.
“Menjadi pribadi yang smart dan adaptif di era digital bukan hanya soal mahir menggunakan perangkat, tetapi juga bagaimana kita menjaga rasa hormat dan kesantunan kepada sesama. Kami berharap pembelajaran ini mencetak generasi digital yang cerdas sekaligus berakhlak mulia,” tambahnya.
Melalui pembelajaran berwawasan etika ini, MAN 1 Bantul terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak peserta didik yang berkarakter kuat, cerdas memanfaatkan teknologi, dan siap menjadi warga digital yang bertanggung jawab. (ska)

