Bantul (MAN 1 Bantul) – Semangat menyambut pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIM MAN 1 Bantul Tahun 2026/2027 semakin terasa dengan digelarnya kegiatan debat pada Rabu (26/8/2026). Tiga pasangan calon tampil membawa gagasan dan visi terbaik untuk mendapatkan kepercayaan warga madrasah.
Debat diawali dengan sesi perkenalan masing-masing pasangan calon. Kesempatan tersebut digunakan untuk memperkenalkan diri sekaligus membangun komunikasi awal dengan warga madrasah. Setelah itu, setiap paslon menyampaikan visi dan misi sebagai gambaran arah kepemimpinan yang mereka tawarkan.
Kehadiran tiga paslon dengan gagasan masing-masing membuat proses pemilihan OSIM menjadi semakin dinamis. Peserta didik mendapatkan kesempatan untuk mengenal calon secara lebih dekat serta mencermati program yang ditawarkan sebelum menentukan pilihan.
Kegiatan debat juga menjadi bentuk pembelajaran organisasi yang memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik. Para calon belajar mengelola rasa percaya diri, berbicara di hadapan khalayak, dan mempertanggungjawabkan gagasan yang mereka sampaikan.
Sementara itu, peserta didik sebagai calon pemilih belajar menggunakan hak pilih secara bijak. Mereka diharapkan tidak menentukan pilihan semata-mata berdasarkan popularitas, tetapi mempertimbangkan visi, misi, kemampuan, dan karakter calon.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa antusiasme peserta didik dalam proses pemilihan OSIM merupakan hal positif.
“Harapannya, siapa pun yang terpilih nanti dapat menjalankan amanah dengan baik dan membawa OSIM menjadi organisasi yang semakin aktif, kreatif, dan memberikan manfaat bagi madrasah,” tutur Mafrudah.
Semangat pemilihan OSIM tersebut sejalan dengan tagline CADAS BERKELAS MAN 1 Bantul. Nilai Cerdas dan Demokratis tercermin dalam proses menyampaikan serta memilih gagasan, sementara nilai Berkarakter dan Anti Diskriminasi diwujudkan melalui sikap saling menghormati dalam perbedaan pilihan.
Kini, tiga paslon telah menyampaikan visi dan misi mereka. Tahap berikutnya adalah menentukan pilihan. Dari suara peserta didik, lahir pemimpin OSIM; dari proses demokrasi, tumbuh karakter kepemimpinan. (wnd)

