Ruang Dialog Jumat, Keputrian MAN 1 Bantul Hadirkan Penyuluh KUA untuk Bekali Murid Putri

Bantul (MAN 1 Bantul) – Jumat menjadi ruang pembelajaran yang berbeda bagi murid putri MAN 1 Bantul. Usai melaksanakan salat Zuhur putri, mereka mengikuti kegiatan Keputrian yang rutin dilaksanakan setiap Jumat di Masjid Roudhotul Muttaqin, Jumat (28/8/2026).

Tidak sekadar menjadi kegiatan keagamaan rutin, Keputrian di MAN 1 Bantul menjadi ruang bagi murid putri untuk memperoleh pengetahuan, berdialog, dan memperkaya wawasan tentang berbagai hal yang dekat dengan kehidupan mereka. Kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari pendampingan madrasah agar murid putri memiliki bekal yang cukup dalam menghadapi berbagai situasi di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Pada pelaksanaan kali ini, MAN 1 Bantul berkolaborasi dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Bantul dengan menghadirkan penyuluh agama Nur Rofi’ah. Kolaborasi tersebut memberikan warna tersendiri dalam kegiatan Keputrian sekaligus memperluas sumber belajar bagi murid.

Kehadiran penyuluh KUA menjadi kesempatan bagi murid untuk mendapatkan perspektif keagamaan secara langsung dari praktisi yang memiliki pengalaman dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat. Materi dan dialog yang berlangsung diarahkan pada hal-hal yang relevan dengan kehidupan murid putri, sehingga pembelajaran tidak berhenti pada pemahaman secara teori, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Suasana kegiatan berlangsung dengan tertib dan komunikatif. Murid putri mengikuti kegiatan bersama guru dengan penuh perhatian. Interaksi yang terbangun diharapkan dapat membuat Keputrian menjadi ruang yang nyaman bagi murid untuk memperoleh pemahaman sekaligus menyampaikan pertanyaan mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., mengatakan bahwa kegiatan Keputrian memiliki posisi penting dalam memberikan pendampingan kepada murid putri.

“Anak-anak putri membutuhkan ruang yang nyaman untuk mendapatkan pengetahuan dan berdiskusi tentang hal-hal yang dekat dengan kehidupan mereka. Keputrian menjadi salah satu ruang tersebut. Kita ingin murid mendapatkan bekal yang bukan hanya berkaitan dengan akademik, tetapi juga nilai agama, akhlak, dan kecakapan dalam menjalani kehidupan,” jelasnya.

Mafrudah menilai kolaborasi dengan KUA Bantul merupakan langkah positif untuk memperkaya kegiatan pembinaan di madrasah.

“Terima kasih kepada KUA Bantul, khususnya Ibu Nur Rofi’ah, yang telah berkolaborasi dan memberikan pembinaan kepada murid putri. Sinergi seperti ini sangat penting. Madrasah tidak dapat berjalan sendiri dalam memberikan pendampingan kepada murid. Semakin banyak perspektif positif yang diberikan, semakin kaya pula bekal yang dimiliki anak-anak,” tuturnya.

Ia berharap murid putri dapat memanfaatkan kegiatan Keputrian sebagai kesempatan untuk terus belajar dan membangun karakter.

“Jadikan Keputrian sebagai ruang untuk belajar dan bertanya. Jangan ragu menyampaikan hal-hal yang ingin diketahui. Yang terpenting, apa yang diperoleh dari kegiatan ini dapat menjadi bekal untuk bersikap dan mengambil keputusan yang baik dalam kehidupan,” pesan Mafrudah.

Keputrian juga menjadi salah satu bentuk nyata semangat CADAS BERKELAS, yaitu Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi. Melalui kegiatan ini, nilai Cerdas, Agamis, Berkarakter, dan Adaptif dikembangkan secara bersamaan melalui proses pembelajaran, dialog, dan pembiasaan.

Konsistensi pelaksanaan Keputrian setiap Jumat menunjukkan komitmen MAN 1 Bantul dalam menyediakan ruang pembinaan yang berkelanjutan bagi murid putri. Dengan dukungan guru dan kolaborasi bersama KUA Bantul, kegiatan tersebut diharapkan semakin relevan dengan kebutuhan murid dan mampu menjadi bekal positif bagi mereka untuk tumbuh sebagai generasi putri yang berilmu, berakhlak, percaya diri, dan bertanggung jawab. (ad)