Launching PEMILOS Serentak, Kepala MAN 1 Bantul: PEMILOS Jadi Laboratorium Demokrasi dan Implementasi KBC

BANTUL (MAN 1 Bantul) — Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan bahwa Pemilihan OSIS (PEMILOS) merupakan laboratorium demokrasi bagi murid untuk belajar menyampaikan visi, berkompetisi secara sehat, menghargai perbedaan, serta menerima hasil pemilihan dengan lapang dada. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Bupati Menyapa yang merupakan rangkaian acara Peluncuran PEMILOS Serentak Tahun 2026 di MAN 1 Bantul, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan diawali dengan Apel Pagi di lapangan MAN 1 Bantul pukul 07.00 WIB. Apel diisi dengan penyampaian informasi pendidikan pemilu oleh Ketua KPU Kabupaten Bantul serta penyematan tanda pengenal kepada penyelenggara PEMILOS. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan di Aula MAN 1 Bantul melalui agenda “Bupati Menyapa”.

Dalam sambutannya, Mafrudah membuka acara dengan pantun sebagai bentuk sambutan kepada seluruh tamu undangan.

Burung kenari hinggap di dahan,
Berkicau merdu disambut awan.
Selamat datang kami ucapkan,
Kepada Bapak Bupati dan tamu undangan.

Pada kesempatan tersebut, Mafrudah juga memperkenalkan MAN 1 Bantul sebagai MA Plus Keterampilan yang memiliki tiga program keterampilan, yakni Otomotif, Multimedia, dan Tata Busana.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati dan seluruh tamu undangan atas perkenannya mengunjungi dan mengapresiasi karya-karya murid MAN 1 Bantul, terutama karya anak-anak Multimedia dan Tata Busana. Untuk Otomotif belum bisa kami tampilkan karena membutuhkan ruang khusus,” tutur Mafrudah.

Lebih lanjut, Mafrudah menempatkan PEMILOS bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan OSIS, melainkan bagian dari proses pendidikan demokrasi di madrasah.

“PEMILOS adalah laboratorium demokrasi di madrasah dan sekolah. Melalui PEMILOS, anak-anak kita belajar menyampaikan visi, berkompetisi sehat, menghargai perbedaan, dan menerima hasil dengan lapang dada,” ujarnya.

Pesan tersebut diperkuat melalui pantun yang disampaikan Mafrudah dalam sambutannya.

Burung Garuda terbang tinggi,
Melambangkan semangat persatuan.
Lewat PEMILOS kita belajar demokrasi,
Jujur, adil, hargai perbedaan.

Mafrudah juga menegaskan bahwa pelaksanaan PEMILOS merupakan salah satu bentuk implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), khususnya Panca Cinta yang kelima, yaitu Cinta Tanah Air.

Menurutnya, nilai Cinta Tanah Air dapat diwujudkan melalui penanaman nilai-nilai demokrasi Pancasila sejak dini. PEMILOS menjadi ruang bagi murid untuk belajar kepemimpinan yang amanah, jujur, bertanggung jawab, serta mengutamakan kepentingan bersama.

“Dengan Cinta Tanah Air, kita wujudkan demokrasi Pancasila sejak dini dan menumbuhkan jiwa kepemimpinan yang amanah, jujur, serta mengutamakan kepentingan bersama. Dengan PEMILOS, semoga lahir generasi muda Bantul yang berakhlak mulia dan siap membangun bangsa dan negara,” tegasnya.

Pelaksanaan PEMILOS Serentak 2026 di MAN 1 Bantul sekaligus menjadi bagian dari penguatan karakter murid yang sejalan dengan semangat “Cadas Berkelas”. Melalui pengalaman berdemokrasi secara langsung, murid diharapkan mampu menerapkan nilai kejujuran, tanggung jawab, sikap menghargai perbedaan, dan kepemimpinan dalam kehidupan di madrasah maupun masyarakat. (Maf)