Menyemaikan Santun di Pagi Hari: Guru Piket MAN 1 Bantul Sambut Kehadiran Siswa dengan Senyum dan Keteladanan

BANTUL (MAN 1 Bantul) — Pagi yang cerah di lingkungan MAN 1 Bantul diawali dengan nuansa hangat dan penuh keakraban pada Rabu (19/8/2026). Sejak pagi sebelum bel masuk berbunyi, jajaran guru putri yang bertugas piket telah bersiap di selasar depan ruang satpam untuk menyambut kedatangan para siswa yang mulai berdatangan ke madrasah.

Pemandangan sarat nilai budi pekerti tampak saat para siswi berbaris dengan tertib, melemparkan senyum, dan mencium tangan para guru piket sebagai bentuk rasa hormat serta takzim. Dengan ramah, para guru piket menyapa, memberikan senyuman hangat, serta memastikan kesiapan fisik dan kedisiplinan busana para peserta didik sebelum memasuki area belajar.

Pembiasaan budaya sapa, salam, dan senyum (3S) setiap pagi ini menjadi tradisi penting madrasah untuk membangun ikatan emosional yang kuat antara pendidik dan peserta didik, sekaligus menciptakan suasana belajar yang aman serta menyenangkan sejak awal hari.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi dan dedikasi para guru piket dalam mengawal karakter peserta didik setiap pagi. Beliau menegaskan bahwa penyambutan hangat ini merupakan fondasi utama dalam membumikan kultur madrasah.

“Rutinitas penyambutan siswa oleh guru piket setiap pagi merupakan penjelmaan nyata dari tagline madrasah kita, CADAS BERKELAS—Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart; Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi. Ketika guru menyambut siswa dengan kasih sayang dan siswa membungkuk hormat mencium tangan guru, di situlah nilai agamis dan berkarakter terpancar secara nyata,” ungkap Mafrudah.

Lebih lanjut, Mafrudah menekankan pentingnya keramahan yang inklusif di lingkungan madrasah.

“Budaya sapa di selasar madrasah yang hijau dan bersih ini dilaksanakan secara santun dan anti diskriminasi, di mana setiap peserta didik disambut dengan perhatian yang sama tanpa membeda-bedakan. Melalui pembiasaan yang cerdas, adaptif, dan smart ini, kita ingin membangun ekosistem belajar yang demokratis dan humanis. Kami berharap keteladanan ini terus membentuk kepribadian siswa MAN 1 Bantul yang santun, berakhlak mulia, dan siap menyongsong masa depan,” pungkasnya.

Melalui penanaman karakter di gerbang madrasah ini, MAN 1 Bantul terus membuktikan komitmennya dalam menghadirkan lingkungan pendidikan yang hangat, islami, dan berkarakter unggul demi mencetak generasi penerus bangsa yang beradab. (ska)