BANTUL (MAN 1 Bantul) — Fajar yang cerah mengawali rutinitas di MAN 1 Bantul pada Rabu (26/8/2026). Sejak pukul 06.30 pagi, jajaran guru piket telah berdiri siap di selasar depan pintu masuk madrasah untuk menyambut kedatangan para peserta didik dengan kehangatan dan senyuman.
Pemandangan sarat makna keadaban tampak jelas di selasar madrasah yang bersih dan asri. Satu per satu siswi yang baru tiba berbaris rapi, membungkukkan badan dengan takzim, serta menjabat dan mencium tangan para guru piket yang menyambut mereka. Rona bahagia dan kedekatan emosional terpancar kuat saat guru piket memberikan senyuman ramah serta sapaan hangat kepada para siswa sebelum mereka melangkahkan kaki menuju ruang kelas.
Tradisi bersalaman di pagi hari ini bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan media pendidikan karakter secara langsung untuk menanamkan rasa hormat, tawadu, dan ikatan batin yang kokoh antara guru dan peserta didik.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas konsistensi dan ketulusan para guru piket dalam membudayakan tradisi mulia ini. Beliau menegaskan bahwa momen bersalaman di gerbang madrasah merupakan cerminan utama dari identitas kebanggaan sekolah.
”Tradisi bersalaman dan penyambutan hangat setiap pagi ini merupakan penjelmaan nyata dari tagline madrasah kita, CADAS BERKELAS—Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart; Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi. Saat siswa membungkuk dan mencium tangan guru dengan penuh rasa hormat, di situlah nilai agamis dan berkarakter terpancar secara nyata,” tutur Mafrudah.
Lebih lanjut, Mafrudah menyampaikan pentingnya menciptakan lingkungan madrasah yang humanis, inklusif, dan nyaman bagi seluruh peserta didik.
”Penyambutan santun di selasar yang bersih ini dilakukan secara terbuka dan anti diskriminasi, di mana setiap siswa disambut dengan kasih sayang dan perhatian yang sama tanpa membeda-bedakan. Melalui pendekatan yang cerdas, adaptif, dan smart ini, kita ingin membangun ekosistem belajar yang demokratis serta ramah lingkungan. Kami berharap kebiasaan hormat kepada guru ini membentuk kepribadian siswa MAN 1 Bantul yang berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur, dan siap menjadi teladan di masyarakat,” pungkasnya.
Melalui penanaman karakter lewat tradisi bersalaman setiap pagi, MAN 1 Bantul terus membuktikan komitmennya dalam menghadirkan ekosistem pendidikan yang islami, santun, dan berkarakter unggul demi mencetak generasi penerus bangsa yang beradab. (ska)

