Bantul (MAN 1 Bantul) — Suasana khusyuk menyelimuti kegiatan pendidikan karakter peserta didik kelas X MAN 1 Bantul pada Jumat (4/9/2026). Kegiatan diawali dengan sholat dhuha berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan mujahadah bersama sebagai bagian dari pembiasaan keagamaan di lingkungan madrasah.
Peserta didik mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib. Setelah melaksanakan sholat dhuha, mereka bersama-sama mengikuti mujahadah dengan penuh ketenangan. Momen tersebut menjadi kesempatan bagi peserta didik untuk menenangkan diri, berdoa, serta melakukan refleksi di tengah berbagai aktivitas pembelajaran.
Kegiatan keagamaan seperti ini memiliki makna penting dalam pendidikan karakter. Peserta didik tidak hanya dibiasakan untuk melaksanakan ibadah, tetapi juga diajak membangun kesadaran spiritual, mengendalikan diri, dan menghargai suasana kebersamaan.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, suasana religius yang dibangun melalui pembiasaan akan memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan karakter peserta didik.
“Kami ingin madrasah menjadi tempat anak-anak bertumbuh secara utuh. Mereka belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga belajar bagaimana mendekatkan diri kepada Allah, mengendalikan diri, dan membangun hubungan yang baik dengan sesama,” jelas Mafrudah.
Mujahadah bersama juga menjadi penguatan bahwa pendidikan karakter membutuhkan ruang untuk refleksi. Peserta didik diberikan kesempatan untuk mengingat kembali tujuan belajar, memperbaiki diri, serta menumbuhkan rasa syukur atas berbagai nikmat yang diterima.
Melalui rangkaian sholat dhuha dan mujahadah, MAN 1 Bantul terus membangun budaya madrasah yang religius dan berkarakter. Pembiasaan tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan semangat CADAS BERKELAS, yakni mencetak generasi yang Cerdas, Agamis, dan Berkarakter. (wnd)

