Upacara HAN di MAN 1 Bantul Tekankan Peran Anak sebagai Generasi Penentu Masa Depan

BANTUL (MAN 1 Bantul) – Anak dan remaja bukan sekadar penerima manfaat pembangunan, tetapi memiliki peran penting dalam menentukan arah masa depan bangsa. Pesan tersebut mengemuka dalam upacara bendera mingguan MAN 1 Bantul yang dilaksanakan di halaman madrasah, Senin (3/8/2026).

Pelaksanaan upacara kali ini menjadi momentum untuk menguatkan kembali perhatian terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak. Dalam amanatnya, Staf Wakabid Kesiswaan MAN 1 Bantul, Nurdianta, S.Pd., membacakan amanat sekaligus pidato resmi Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang berkaitan dengan peringatan Hari Anak Nasional (HAN).

Pesan yang disampaikan mengajak seluruh warga madrasah untuk memandang anak sebagai bagian penting dari pembangunan. Anak perlu mendapatkan ruang yang aman untuk belajar, berkembang, berkreasi, menyampaikan pendapat, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.

Bagi MAN 1 Bantul, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak berhenti pada pencapaian akademik. Lingkungan madrasah juga memiliki tanggung jawab dalam membangun rasa aman, membentuk karakter, serta memberikan ruang bagi murid untuk mengembangkan potensi dirinya.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan bahwa madrasah memiliki posisi penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung tumbuh kembang murid.

“Anak-anak perlu mendapatkan ruang untuk tumbuh dengan aman, merasa dihargai, dan mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensinya. Madrasah harus menjadi tempat yang memberikan rasa aman sekaligus mendorong murid untuk berani belajar, berkreasi, dan menjadi dirinya sendiri secara positif,” ungkap Mafrudah.

Menurutnya, peringatan HAN tidak semestinya berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai-nilai yang dibawa dalam momentum tersebut perlu diterapkan dalam keseharian warga madrasah, baik dalam proses pembelajaran maupun dalam interaksi antarmurid dan antara murid dengan guru.

Senada dengan hal tersebut, Mukrimuddin, S.Ag., salah seorang guru MAN 1 Bantul, memandang momentum HAN sebagai pengingat bagi pendidik untuk terus membangun pola pendampingan yang menghargai kebutuhan dan karakter setiap murid.

“Setiap anak memiliki karakter dan potensi yang berbeda. Tugas kita sebagai pendidik adalah mendampingi mereka dengan pendekatan yang humanis, memberikan arahan ketika dibutuhkan, dan memastikan mereka merasa aman serta dihargai di lingkungan madrasah,” tuturnya.

Pesan tersebut juga mendapat perhatian dari murid. Nabilah Asmawati, murid kelas XII FL3, mengaku mendapatkan perspektif baru dari amanat yang disampaikan dalam upacara.

“Pesan yang disampaikan membuat kami sadar bahwa sebagai anak muda kami juga mempunyai peran. Kami bukan hanya belajar untuk mendapatkan nilai, tetapi juga harus mulai mempersiapkan diri, berani menyampaikan hal positif, dan memberikan kontribusi untuk masa depan,” ujarnya.

Momentum tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya MAN 1 Bantul memperkuat budaya madrasah yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari perundungan. Lingkungan yang positif diyakini dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi murid untuk berkembang secara akademik maupun nonakademik.

Komitmen tersebut selaras dengan semangat CADAS BERKELAS, yaitu Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi. Nilai tersebut menjadi pijakan madrasah dalam membentuk murid yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter, kepedulian, dan kemampuan beradaptasi.

Melalui momentum Hari Anak Nasional, MAN 1 Bantul kembali meneguhkan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang menempatkan murid sebagai bagian penting dari proses pembangunan. Dari lingkungan madrasah yang aman dan ramah, diharapkan tumbuh generasi muda yang percaya diri, berkarakter, dan siap mengambil peran dalam menentukan masa depan bangsa. (ad)