Pengajian Maulid Nabi Jadi Ruang Kolaborasi Keagamaan dan Literasi di MAN 1 Bantul

Bantul (MAN 1 Bantul) — Rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. 1448 H di MAN 1 Bantul Jumat (28/8/2026) tidak hanya menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan murid kepada Rasulullah saw., tetapi juga dikembangkan sebagai ruang penguatan literasi. Melalui kolaborasi Bidang Keagamaan dan Perpustakaan Darul Ilmi, kegiatan pengajian bersama Ust. Nova Andriyanto, S.Sos., dikemas dengan aktivitas literasi yang mendorong murid menyimak, mencatat, merefleksikan, dan menerapkan pesan keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, murid tidak hanya mendengarkan materi pengajian, tetapi juga mengerjakan lembar kerja yang telah disiapkan. Lembar kerja tersebut memuat beberapa bagian, yaitu catatan isi pengajian, tiga pesan penting yang diperoleh, refleksi diri, serta komitmen aksi yang akan dilakukan setelah mengikuti pengajian.

Kolaborasi ini menjadi salah satu upaya Perpustakaan Darul Ilmi untuk memperluas makna literasi di lingkungan madrasah. Literasi tidak hanya diarahkan pada aktivitas membaca buku, tetapi juga kemampuan murid dalam memahami informasi, menemukan gagasan utama, mencatat informasi penting, merefleksikan nilai yang diperoleh, serta mengomunikasikan dan menerapkannya dalam kehidupan.

Sementara itu, Bidang Keagamaan berperan memastikan kegiatan Maulid Nabi tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Pesan-pesan keagamaan yang disampaikan dalam pengajian diarahkan agar dapat dipahami secara personal oleh setiap murid dan diwujudkan dalam bentuk sikap serta tindakan nyata.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., mengapresiasi kolaborasi tersebut sebagai bentuk integrasi program madrasah. Menurutnya, kegiatan keagamaan akan semakin bermakna ketika memberikan kesempatan kepada murid untuk memahami, merenungkan, dan mengamalkan nilai yang diperoleh.

“Melalui kegiatan seperti ini, nilai-nilai keagamaan tidak hanya didengarkan, tetapi juga dicatat, direnungkan, dan diwujudkan dalam komitmen untuk melakukan kebaikan,” ungkap Mafrudah.

Kolaborasi Bidang Keagamaan dan Perpustakaan Darul Ilmi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa literasi dapat hadir dalam berbagai aktivitas madrasah, termasuk kegiatan keagamaan. Pengajian menjadi sumber informasi dan nilai, sedangkan lembar kerja menjadi media bagi murid untuk mengolah informasi tersebut menjadi pemahaman dan refleksi pribadi.

Kegiatan ini sejalan dengan semangat CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, Anti Diskriminasi). Integrasi keagamaan dan literasi terutama memperkuat karakter cerdas, agamis, smart, dan berkarakter, dengan membiasakan murid tidak sekadar menerima informasi, tetapi mampu memaknainya dan menjadikannya dasar untuk melakukan perubahan positif.

Dengan demikian, peringatan Maulid Nabi di MAN 1 Bantul menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari ekosistem madrasah yang menghubungkan nilai keagamaan, budaya literasi, refleksi diri, dan pembentukan karakter murid secara terpadu. (mry)