Dari Observasi ke Presentasi Digital, Murid MAN 1 Bantul Integrasikan Teknologi dalam Pembelajaran KBC

Bantul (MAN 1 Bantul) — Pembelajaran berbasis Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di MAN 1 Bantul terus dikembangkan dengan memadukan kepedulian lingkungan dan pemanfaatan teknologi. Setelah melakukan observasi berbagai tanaman di lingkungan madrasah dan menyusun Laporan Hasil Observasi (LHO), murid kelas X melanjutkan proses pembelajaran dengan mengubah hasil laporan tersebut menjadi presentasi digital menggunakan Canva, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan yang dibimbing oleh guru Bahasa Indonesia kelas X, Siti Maryam, S.Pd., ini menjadi bagian dari pembelajaran yang mengintegrasikan literasi, teknologi, dan nilai Panca Cinta, khususnya Cinta Lingkungan. Murid tidak hanya dituntut mampu mengolah hasil pengamatan menjadi laporan, tetapi juga belajar menyajikan informasi tersebut secara menarik dan komunikatif melalui media digital.

Dalam proses pembuatan presentasi, murid memilih informasi penting dari laporan hasil observasi untuk ditampilkan dalam bentuk slide. Mereka mengatur struktur informasi, memilih elemen visual yang sesuai, serta memadukan teks dan gambar agar informasi mengenai tanaman dapat dipahami dengan mudah oleh audiens.

Pemanfaatan Canva memberikan pengalaman kepada murid bahwa teknologi dapat digunakan bukan sekadar untuk menghasilkan tampilan yang menarik, tetapi juga sebagai sarana mengolah dan mengomunikasikan pengetahuan. Murid belajar menyeleksi informasi, menentukan bagian yang perlu ditonjolkan, serta menyampaikan hasil pengamatan secara efektif melalui media digital.

Siti Maryam, S.Pd., menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran menjadi bagian penting untuk membekali murid menghadapi perkembangan zaman. “Murid perlu memiliki kemampuan menggunakan teknologi secara produktif. Melalui Canva, mereka belajar bagaimana mengubah hasil pengamatan dan tulisan menjadi informasi visual yang komunikatif,” tuturnya.

Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat karakter Smart, Cerdas, dan Adaptif dalam CADAS BERKELAS. Murid memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses belajar, bukan sekadar sebagai hiburan. Di sisi lain, objek yang dipresentasikan tetap berasal dari lingkungan madrasah sehingga teknologi berjalan beriringan dengan penguatan kepedulian terhadap alam.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., mengapresiasi pembelajaran yang mampu menghubungkan teknologi dengan nilai-nilai karakter. Menurutnya, penguasaan teknologi perlu diarahkan untuk mendukung kreativitas, pengetahuan, dan pembentukan karakter murid.

“Teknologi harus dimanfaatkan untuk hal-hal yang produktif dan memberikan manfaat. Ketika murid menggunakan teknologi untuk mengolah pengetahuan tentang lingkungan, di situlah pembelajaran menjadi lebih bermakna,” ungkap Mafrudah.

Pembelajaran ini menunjukkan bahwa KBC dapat hadir melalui berbagai bentuk aktivitas. Murid mengamati alam, mengolah informasi, menulis laporan, kemudian memanfaatkan teknologi untuk menyampaikan pengetahuan. Rangkaian tersebut menjadi pengalaman belajar yang menghubungkan kemampuan akademik, kecakapan digital, kreativitas, dan kepedulian lingkungan.

Melalui kegiatan tersebut, MAN 1 Bantul terus berupaya membangun ekosistem pembelajaran yang selaras dengan rintisan Ekoteologi dan Adiwiyata, sekaligus menyiapkan murid yang mampu menggunakan teknologi secara cerdas, kreatif, dan bertanggung jawab. (Mry)