BANTUL (MAN 1 Bantl)– Tiga guru bahasa Arab MAN 1 Bantul menghadiri seminar sehari yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Arab Madrasah Aliyah (MA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Aula MAN 2 Bantul, Selasa (8/9/2026). Tiga guru Bahasa Arab tersebut adalah Mukrimuddin, S.Ag., Choir Rosyidi, S.S, M.Pd.I., dan Adam Surya Nugraha, S.Hum., M.Pd.
Seminar tersebut menghadirkan Heni Prialantari, M.Pd., Pengawas Madrasah Aliyah Kabupaten Bantul, sebagai narasumber utama. Mengusung tema “Bahasa, Makna, dan Cinta: Wajah Baru Pembelajaran Bahasa Arab pada Madrasah Aliyah”, kegiatan ini berfokus pada penguatan metode pengajaran bahasa Arab berbasis Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).
Dalam paparan materinya, Heni Prialantari menegaskan pentingnya pergeseran paradigma dalam pengajaran bahasa Arab. Orientasi pembelajaran kini diarahkan untuk beralih dari pola kaku, mekanis, dan hafalan tata bahasa (nahwu-sharaf) menuju proses humanisasi yang hangat, dialogis, dan bermakna. Pendekatan KBC berlandaskan nilai-nilai kasih sayang, empati, serta adab, memindahkan fokus dari pendekatan kognitif-normatif semata menuju pendekatan humanistik-transformasional yang menyentuh ranah afektif dan pembentukan karakter siswa.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., mendukung penuh guru Bahasa Arab mengikuti seminar ini.
“Kami menyambut baik dan mendukung penuh partisipasi para guru dalam kegiatan ini. Penerapan nilai cinta dan kasih sayang dalam pembelajaran bahasa Arab sangat selaras dengan visi madrasah untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki adab dan karakter yang kuat.” ujar Mafrudah.
Ketua MGMP Bahasa Arab MA DIY, Mukrimuddin, S.Ag., yang sekaligus guru Bahasa Arab MAN 1 Bantul berharap agar pembelajaran bahasa Arab bisa tampil menyenangkan.
“Seminar ini diselenggarakan untuk membuka ruang diskusi dan membekali para guru agar mampu menghadirkan suasana kelas yang lebih hidup. Kami berharap pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta ini dapat menghapus stigma bahwa bahasa Arab itu rumit, sehingga siswa dapat memelajarinya dengan penuh senang dan bermakna.” jelas Mukrimuddin.
Guru Utusan MAN 1 Bantul, Adam Surya Nugraha, merasa senang mengikuti seminar ini.
“Pelatihan ini memberikan perspektif baru yang sangat menyegarkan bagi kami. Kami siap mengimplementasikan pergeseran paradigma ini di kelas, agar pembelajaran bahasa Arab tidak sekadar hafalan kosakata, melainkan menjadi sarana membangun hubungan yang empati dan humanis dengan para siswa.” Ujar Adam Surya.
Dalam pelatihan ini Bahasa Arab ditekankan tidak hanya dipandang sebagai alat kognitif atau hafalan, melainkan sarana untuk mengekspresikan rasa syukur, kasih sayang, komunikasi yang santun, serta penyelesaian masalah secara damai. Hal ini tentunya sejalan dengan tagline MAN 1 Bantul yang sedang gencar disosialisasikan: CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi). (chr).

