Kiprah Harmonis Seni dan Agama: Nada Maulana Massaid Tekankan Pembentukan Karakter di MAN 1 Bantul

BANTUL (MAN 1 Bantul) – MAN 1 Bantul kembali melaksanakan upacara bendera mingguan yang berlangsung khidmat di halaman madrasah pada Senin (7/9/2026). Upacara yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta tenaga kependidikan ini menghadirkan Nada Maulana Massaid, S.Pd., Guru Mata Pelajaran Seni Budaya sekaligus Staf Humas MAN 1 Bantul, sebagai pembina upacara.
Dalam amanatnya, Nada menyampaikan pesan mendalam mengenai keterkaitan erat antara seni, agama, dan pembentukan karakter peserta didik. Menurutnya, ketiga elemen tersebut saling melengkapi dalam membangun kepribadian yang utuh.
“Seni, agama, dan karakter saling berhubungan erat karena seni mengekspresikan keindahan, sedangkan agama memberikan pedoman moral. Keduanya bersama-sama membentuk karakter atau kepribadian seseorang. Seni menyalurkan rasa keindahan, kreativitas, dan emosi manusia, sementara agama mengatur norma dan nilai kebaikan agar ekspresi seni tetap sejalan dengan ajaran moral. Integrasi nilai agama melalui karya atau proses seni inilah yang akan membentuk karakter berbudi luhur, berempati, dan beretika,” tegas Nada di hadapan ratusan peserta upacara.
Rangkaian upacara berjalan lancar dan penuh kedisiplinan. Pesan moral yang disampaikan oleh pembina upacara turut mendapat apresiasi positif dari berbagai pihak di lingkungan madrasah.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I. mendukung penuh amanat Pembina upacara.
“Amanat yang disampaikan hari ini sangat relevan dengan visi pendidikan di madrasah kita. Seni tanpa panduan agama bisa kehilangan arah moralnya, sedangkan penguatan karakter melalui media seni akan terasa lebih humanis dan menyentuh jiwa para siswa. Kami terus mendukung integrasi nilai keagamaan dalam setiap kegiatan kreativitas siswa.” tegas Mafrudah.
Pembina Upacara, Nada Maulana Massaid, S.Pd.mengajak peerta upacara untuk melihat seni sebagai media dakwah.
“Melalui amanat ini, saya ingin mengajak para siswa untuk melihat seni tidak sekadar sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media dakwah dan penataan emosi. Ketika kreativitas diasah dan dibingkai oleh nilai-nilai keagamaan, maka akan lahir generasi muda yang cerdas secara estetika dan mulia secara akhlak.” ujar Nada.
Sementara itu, guru peserta upacara, Muhlis, S.Pd. yang juga sebagai Wakabid Sarpras, menanggapi baik amanat Pembina upacara.
“Pesan yang disampaikan Pak Nada sangat menginspirasi, khususnya bagi kami para pendidik. Ini mengingatkan kita kembali bahwa tugas mengajar bukan hanya mentransfer ilmu pengetahuan, melainkan membimbing siswa agar mampu mengekspresikan diri secara positif dan tetap memegang teguh norma agama dalam kehidupan sehari-hari.” ucap Muhlis.
Upacara bendera yang diadakan setiap senin di MAN 1 Bantul ini bertujuan membentuk kedisiplinan, menanamkan rasa nasionalisme, serta memperkuat nilai karakter kebangsaan dan religius siswa. Hal ini tentunya sejalan dengan tagline MAN 1 Bantul yang sedang gencar disosialisasikan: CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi). (chr).