BANTUL (MAN 1 Bantul)— Suasana halaman MAN 1 Bantul tampak khidmat sekaligus meriah saat empat pasang burung perkutut dilepaskan ke udara pada Rabu (2/9/2026). Aksi seremonial ini menjadi penanda dibukanya peluncuran Pemilihan Ketua OSIS (Pemilos) Serentak, sekaligus mengusung makna filosofis mendalam terkait ekoteologi, kebebasan berpikir, serta harmoni dalam berdemokrasi.
Prosesi pelepasan burung perkutut dilakukan secara bersama-sama oleh Kepala Kesbangpol Bantul Nugroho Eko Setyanto, S.Sos., M.M., Kepala Kantor Kemenag Bantul Muntolib, S.Ag., M.S.I., Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU DIY Sri Surani, S.P., serta Kepala MAN 1 Bantul Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I.
Terbangnya delapan ekor burung tersebut melambangkan harapan agar pendidikan demokrasi di lingkungan madrasah mampu memberikan ruang seluas-luasnya bagi para siswa. Melalui ruang ini, para murid diharapkan tumbuh menjadi generasi yang mandiri, merdeka dalam berpikir, serta bertanggung jawab atas pilihannya tanpa tekanan dari pihak manapun. Selain itu, dalam budaya masyarakat Yogyakarta, perkutut merupakan simbol keselarasan dan kedamaian—sebuah pesan kuat agar pemilu sekolah berlangsung tertib, damai, dan harmonis dengan tatanan kehidupan lingkungan madrasah.
Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I. selaku Kepala MAN 1 Bantul, menekankan bahwa nilai keagamaan, kelestarian alam, dan demokrasi harus berjalan Bersama di lingkungan madrasah.
“Pelepasan perkutut ini bukan sekadar tradisi, melainkan pesan ekoteologi bahwa nilai-nilai keagamaan, kelestarian alam, dan demokrasi harus berjalan berdampingan. Kami ingin mengajarkan kepada anak-anak bahwa kebebasan berpendapat adalah hak dasar setiap siswa, namun harus dijalankan dengan santun, damai, dan penuh rasa tanggung jawab.” ujar Mafrudah.
Nugroho Eko Setyanto, S.Sos., M.M., Kepala Kesbangpol Bantul, menyambut baik ide brilian MAN 1 Bantul dengan seremonial pelepasan burung perkutut.
“Langkah MAN 1 Bantul ini merupakan ikhtiar yang sangat baik dalam merawat pendidikan politik sejak dini. Perkutut melambangkan kedamaian dan harmoni. Harapan kami, semangat Pemilos yang damai ini dapat membentuk mentalitas siswa agar menjadi pemilih yang bijak, dewasa, serta mampu menghargai perbedaan dinamika politik di masa depan.” ungkap Nugroho.
Sementara itu, Sri Surani, S.P. selaku Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU DIY, senada dengan Nugroho, mengapresiasi pelepasan burung perkutut di peluncuran pemilos serentak kali ini.
“Simbol kebebasan berpikir yang ditunjukkan hari ini selaras dengan spirit demokrasi modern. Pemilos serentak ini adalah laboratorium demokrasi nyata bagi para pelajar. Melalui proses yang merdeka dan tanpa tekanan, anak-anak Belajar menggunakan hak pilihnya secara mandiri sebagai bekal menjadi bagian dari masyarakat sipil yang kritis kelak.” Jelas Sri Surani.
Pelepasan bururng perkutut ini menandakan bahwa pendidikan politik atau demokrasi tidak boleh terlepas dari nilai-nilai karakter dan kepedulian lingkungan. Siswa diajak untuk tidak hanya cerdas berorganisasi, tetapi juga sadar untuk menjaga kelestarian alam serta ekosistem sekitar. Hal ini tentunya sejalan dengan tagline MAN 1 Bantul yang sedang gencar disosialisasikan: CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi). (chr).

