Bantul (MAN 1 Bantul) — Kemampuan berkomunikasi dan menyampaikan gagasan secara efektif menjadi salah satu pilar utama yang terus diasah dalam Rangkaian Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) OSIM Ashabul Kahfi MAN 1 Bantul. Bertempat di Aula MAN 1 Bantul pada Rabu (9/9/2026) pukul 10.00 – 11.00 WIB, seluruh pengurus OSIM baru dan demisioner antusias mengikuti sesi khusus bertajuk “Materi Public Speaking dalam Organisasi”.
Sesi materi public speaking ini menghadirkan narasumber muda yang inspiratif, Amalia Rahimsyah. Dalam pemaparannya, Amalia menyampaikan pentingnya penguasaan teknik olah vokal, bahasa tubuh, rasa percaya diri, hingga pemetaan audiens bagi seorang pengurus organisasi. Menurutnya, public speaking bukan sekadar berbicara di depan umum, melainkan seni menyampaikan pesan kepemimpinan yang mampu menggerakkan, menginspirasi, dan membakar semangat audiens.
Kegiatan pelatihan ini mendapat dukungan penuh dari jajaran pimpinan madrasah, yang diwakili oleh Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., serta Kepala Tata Usaha MAN 1 Bantul, Martiningsih, S.Pd.I.
Menanggapi pelaksanaan materi public speaking tersebut, Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., memberikan apresiasi yang sangat tinggi. Beliau menegaskan bahwa penguasaan retorika dan komunikasi publik merupakan bagian integral dari perwujudan tagline kebanggaan madrasah, yaitu CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart; Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi).
“Pelatihan public speaking ini adalah sarana vital untuk melatih pengurus OSIM agar menjadi pribadi yang Cerdas dan Smart dalam menyampaikan gagasan. Pemimpin yang hebat harus Berkarakter dan percaya diri, serta senantiasa menyampaikan tuturan kata yang santun dan Agamis,” tutur Mafrudah.
Lebih lanjut, Mafrudah menjelaskan keterkaitan materi ini dengan nilai-nilai kepemimpinan di madrasah. Melalui komunikasi publik yang inklusif, pengurus OSIM diajarkan untuk bersikap Demokratis dan Anti Diskriminasi, yaitu mendengarkan serta menyapa seluruh elemen siswa tanpa membeda-bedakan. Selain itu, keterampilan ini menuntut siswa untuk Adaptif terhadap berbagai ragam audiens dan situasi, sembari terus menyelipkan ajakan budaya positif seperti Cinta Lingkungan dalam setiap narasi kegiatan mereka.
Sesi materi public speaking ini diakhiri dengan praktik langsung dan simulasi penyampaian gagasan oleh para pengurus OSIM. Diharapkan melalui pembekalan ini, pengurus OSIM Ashabul Kahfi MAN 1 Bantul tidak hanya tangguh secara manajerial, tetapi juga mahir dan lugas dalam mengomunikasikan ide-ide kreatif demi kemajuan madrasah. (ska)

