Guru Geografi MAN 1 Bantul Sampaikan Materi Seismic Monitor dalam Forum MGMP Geografi di MAN 4 Sleman

Sleman (MAN 1 Bantul) – Guru Geografi MAN 1 Bantul, Nurdianta, S.Pd., mendapat kesempatan menjadi pemateri dalam forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Geografi MA DIY yang dilaksanakan di MAN 4 Sleman pada Senin (14/9/2026). Dalam forum tersebut, Nurdianta atau yang akrab disapa Pak Diyan, menyampaikan materi Seismic Monitor sebagai salah satu alternatif media pembelajaran geografi berbasis digital. Kegiatan ini menjadi ruang bagi guru geografi madrasah untuk berbagi praktik baik sekaligus memperkaya wawasan mengenai pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.

Dalam pemaparannya, Pak Diyan mengenalkan penggunaan laman IRIS.Edu (Incorporated Research Institutions for Seismology) untuk mengamati fenomena gempa bumi secara real time di berbagai belahan dunia. Melalui Seismic Monitor, guru maupun murid dapat mengamati persebaran kejadian gempa dan menggunakannya sebagai bahan analisis dalam pembelajaran geografi. Pemanfaatan media tersebut diharapkan dapat menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual dan menarik, sekaligus memberikan edukasi kepada murid mengenai fenomena kebumian. Lebih dari itu, pemahaman terhadap aktivitas gempa bumi dapat menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana, khususnya di wilayah Yogyakarta yang memiliki potensi ancaman gempa bumi.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., memberikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan kepada Nurdianta untuk berbagi pengetahuan dalam forum MGMP Geografi MA DIY. “Keterlibatan guru dalam forum profesional seperti MGMP merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kompetensi sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi dunia pendidikan. Bukan hanya murid yang kita tuntut adaptif, tetapi juga guru juga harus adaptof terhadap ketersediaan informasi digital. Ini sesuai dengan poin Adaptif dalam CADAS BERKELAS” ungkapnya. Ia berharap praktik baik pemanfaatan Seismic Monitor dapat terus dikembangkan dalam pembelajaran di madrasah sehingga murid tidak hanya memahami konsep geografi secara teoritis, tetapi juga memiliki kepedulian dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana di lingkungan sekitarnya. (dyn)