Bantul (MAN 1 Bantul) — Pelaksanaan Asesmen Tengah Semester (ASTS) Ganjil Tahun Pelajaran 2026/2027 menjadi bagian penting dalam proses evaluasi pembelajaran di MAN 1 Bantul. Untuk memastikan kegiatan berjalan secara optimal, Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., melakukan monitoring langsung selama rangkaian asesmen berlangsung.
Monitoring dilakukan dengan mengunjungi sejumlah ruang kelas yang digunakan untuk pelaksanaan ASTS. Kepala madrasah memantau situasi pelaksanaan asesmen sekaligus memastikan peserta didik dan guru menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Pada Selasa (22/9/2026), monitoring dilakukan pada pelaksanaan ASTS kelas X E 6 dan XII FL 3. Peserta didik kelas X E 6 mengikuti asesmen mata pelajaran Akidah Akhlak sedangkan peserta didik kelas XII FL 3 mengikuti asesmen mata pelajaran Seni budaya.
Seluruh peserta didik mengikuti asesmen dalam suasana yang tenang dan kondusif. Peserta didik tampak fokus membaca soal, memahami instruksi, dan menyelesaikan jawaban sesuai dengan kemampuan masing-masing. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa pelaksanaan asesmen dapat berlangsung dengan tertib.
Bagi madrasah, ASTS memiliki fungsi penting sebagai bagian dari proses pengukuran dan evaluasi capaian pembelajaran. Data hasil asesmen nantinya dapat menjadi bahan bagi guru untuk melihat tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi yang telah disampaikan serta menentukan tindak lanjut pembelajaran.
Monitoring kepala madrasah juga menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas pelaksanaan evaluasi. Dengan pemantauan secara langsung, berbagai aspek pelaksanaan dapat diketahui di lapangan, mulai dari kondisi ruang asesmen, kesiapan peserta didik, pelaksanaan pengawasan, hingga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Mafrudah menyampaikan bahwa evaluasi pembelajaran perlu dilaksanakan secara terencana dan tidak berhenti pada proses pemberian nilai.
“ASTS merupakan salah satu bagian dari proses evaluasi pembelajaran. Yang lebih penting adalah bagaimana hasil asesmen tersebut dapat memberikan informasi untuk perbaikan pembelajaran selanjutnya. Guru dapat melihat capaian siswa, kemudian menentukan tindak lanjut sesuai dengan kebutuhan mereka,” ungkapnya.
Mafrudah juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh unsur madrasah dalam menciptakan pelaksanaan asesmen yang baik. Peserta didik perlu mempersiapkan diri dan mengikuti aturan, guru melaksanakan pengawasan dengan penuh tanggung jawab, sedangkan madrasah memastikan seluruh sistem pelaksanaan berjalan sesuai dengan perencanaan.
“Evaluasi yang baik membutuhkan kerja sama semua pihak. Kami ingin memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam suasana yang tertib dan kondusif,” jelas Mafrudah.
Selain melakukan monitoring terhadap proses asesmen, kepala madrasah juga memberikan dorongan kepada peserta didik agar tetap semangat mengikuti seluruh rangkaian ASTS. Peserta didik diharapkan tidak menjadikan hasil asesmen sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan, tetapi menggunakannya sebagai bahan refleksi untuk mengetahui perkembangan dan meningkatkan proses belajar.
Pelaksanaan monitoring tersebut sekaligus mencerminkan komitmen MAN 1 Bantul dalam menjaga mutu penyelenggaraan pendidikan. Evaluasi pembelajaran dilaksanakan tidak hanya untuk mengetahui capaian akademik, tetapi juga untuk menumbuhkan budaya disiplin, kejujuran, kemandirian, dan tanggung jawab.
Dengan adanya monitoring secara langsung dari kepala madrasah, pelaksanaan ASTS Ganjil Tahun Pelajaran 2026/2027 diharapkan dapat berjalan sesuai dengan perencanaan dan memberikan hasil yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi pembelajaran. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen MAN 1 Bantul untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan serta mewujudkan madrasah yang cerdas, agamis, demokratis, adaptif, berkarakter, dan berbudaya. (wnd)

