Kajian Keputrian MAN 1 Bantul : Belajar Mengelola Uang dan Membiasakan Menabung

Bantul (MAN 1 Bantul) — Siswi MAN 1 Bantul mengikuti kegiatan kajian keputrian pada Jumat (4/9/2026) dengan menghadirkan pemateri dari Kantor Urusan Agama (KUA) Bantul. Kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana pembinaan bagi siswi untuk memperoleh pengetahuan keagamaan sekaligus bekal dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Pada kajian kali ini, pemateri menyampaikan materi mengenai pentingnya mengelola uang secara bijak serta membangun kebiasaan menabung. Para siswi diajak memahami bahwa kemampuan mengatur keuangan perlu ditanamkan sejak dini agar dapat membedakan antara kebutuhan dan keinginan serta menggunakan uang secara bertanggung jawab.

Melalui penyampaian materi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, siswi diberikan pemahaman bahwa menabung tidak harus dimulai dengan jumlah yang besar. Hal yang lebih penting adalah membangun kebiasaan menyisihkan sebagian uang secara teratur dan menggunakannya sesuai dengan kebutuhan.

Kegiatan berlangsung dengan suasana yang interaktif. Para siswi mendapatkan kesempatan untuk menyimak, memahami, dan merefleksikan kebiasaan mereka dalam menggunakan uang. Materi tersebut diharapkan dapat mendorong siswi untuk lebih bijak dalam mengelola uang, tidak mudah mengikuti keinginan konsumtif, serta memiliki perencanaan sederhana untuk kebutuhan di masa mendatang.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa pembinaan keputrian tidak hanya berkaitan dengan aspek keagamaan, tetapi juga perlu memberikan bekal praktis yang dapat diterapkan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.

“Pembiasaan mengelola uang dengan bijak merupakan bagian dari pendidikan karakter. Dengan belajar menabung dan menentukan prioritas, siswi juga belajar bertanggung jawab, disiplin, dan mampu mengendalikan diri,” tuturnya.

Kegiatan kajian keputrian ini sejalan dengan semangat MAN 1 Bantul melalui tagline CADAS BERKELAS, yaitu cerdas, agamis, demokratif, adaptif, smart, berkarakter, cinta lingkungan, dan anti diskriminasi. Pembinaan yang dilakukan diharapkan dapat membentuk peserta didik yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga karakter dan kecakapan hidup.(wnd)