Bantul (MAN 1 Bantul) — Rapat Dinas MAN 1 Bantul yang dilaksanakan pada Jumat (25/9/2026) di Aula MAN 1 Bantul juga menjadi momentum koordinasi bidang kesiswaan. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Junardi, M.Pd.I., menyampaikan sejumlah agenda kesiswaan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat, termasuk pelaksanaan upacara bendera dan penyesuaian kegiatan murid yang beririsan dengan agenda pembelajaran.
Junardi menyampaikan bahwa jadwal pembina upacara bendera akan disesuaikan dengan kondisi dan agenda madrasah. Setelah pelaksanaan Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS), upacara bendera akan kembali dilaksanakan pada Rabu, (1/10/ 2026), sekaligus dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila.
“Untuk agenda upacara, jadwal pembina akan menyesuaikan dengan kondisi dan agenda yang ada. Setelah ASTS, pada 1 Oktober kita akan melaksanakan upacara dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila,” jelas Junardi.
Pada Senin berikutnya, pelaksanaan upacara akan melibatkan Tim Tonti. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan apel sekaligus pelantikan pengurus baru OSIM. Keterlibatan Tim Tonti diharapkan dapat mendukung ketertiban dan kesiapan pelaksanaan apel serta upacara di madrasah.
Untuk mempersiapkan petugas upacara, latihan akan dilaksanakan pada Jumat pukul 13.00 WIB. Junardi menegaskan bahwa latihan tidak mengambil jam pelajaran sehingga kegiatan akademik murid tetap dapat berjalan sebagaimana mestinya.
“Latihan upacara kita laksanakan pada hari Jumat pukul 13.00. Kita usahakan tidak mengambil jam pelajaran, sehingga kegiatan pembelajaran tetap berjalan dan latihan bisa dipersiapkan dengan baik,” ungkap Junardi.
Dalam paparan, Junardi juga menyampaikan adanya sejumlah murid yang tidak dapat mengikuti ASTS karena harus mengikuti berbagai kegiatan madrasah maupun kegiatan eksternal. Beberapa murid mengikuti Perkamuda, sementara sebagian lainnya terlibat dalam kegiatan PKM.
Selain itu, terdapat agenda pada hari Selasa berupa kegiatan bersama KPU Kabupaten Bantul dalam rangka pengukuhan serentak pengurus OSIM tingkat Kabupaten Bantul. Kegiatan tersebut juga akan diikuti oleh sejumlah murid MAN 1 Bantul sehingga perlu dilakukan koordinasi agar tidak mengganggu pelaksanaan kegiatan pembelajaran maupun agenda asesmen.
Junardi selanjutnya menyampaikan agenda Satuan Pendidikan Rawan Bencana (SPRB) yang dijadwalkan pada 20 Oktober. Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda yang perlu dipersiapkan dan dikoordinasikan dengan berbagai pihak di madrasah.
Pada kesempatan tersebut, Junardi juga menginformasikan adanya sejumlah kegiatan organisasi dan ekstrakurikuler yang melibatkan murid dalam waktu mendatang. Sekitar 90 murid diperkirakan tidak dapat mengikuti kegiatan pembelajaran karena mengikuti kegiatan diklat dan pengukuhan PMR serta PKS.
“Ke depan akan ada beberapa kegiatan yang menyebabkan sejumlah murid harus meninggalkan pembelajaran. Kita perlu melakukan koordinasi dengan baik agar kegiatan tersebut tetap dapat berjalan tanpa mengabaikan hak murid untuk mendapatkan pembelajaran,” ujar Junardi.
Terkait kondisi tersebut, Junardi meminta adanya pemahaman dan koordinasi bersama apabila terdapat murid yang memperoleh izin untuk tidak mengikuti pembelajaran karena menjalankan tugas atau mengikuti kegiatan resmi madrasah.
Mafrudah menekankan bahwa berbagai kegiatan kesiswaan merupakan bagian dari proses pendidikan yang memberikan pengalaman kepada murid di luar pembelajaran di kelas. Namun, pelaksanaannya tetap perlu diatur agar keseimbangan antara kegiatan akademik dan pengembangan potensi murid dapat terjaga.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyambut baik koordinasi yang disampaikan bidang kesiswaan tersebut. Menurutnya, berbagai agenda murid perlu dikelola secara terencana agar kegiatan akademik dan nonakademik dapat berjalan beriringan.
“Kegiatan kesiswaan merupakan bagian penting dalam proses pendidikan. Murid tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman melalui organisasi, kepemimpinan, kedisiplinan, dan berbagai kegiatan lainnya. Karena itu, koordinasi antara kesiswaan dan bapak ibu guru menjadi sangat penting,” tutur Mafrudah.
Mafrudah juga meminta agar setiap kegiatan yang menyebabkan murid meninggalkan pembelajaran dapat dikomunikasikan dengan baik kepada guru sehingga dapat dilakukan penyesuaian pembelajaran.
“Ketika ada murid yang harus mengikuti kegiatan resmi, mari kita komunikasikan bersama. Pembelajaran tetap menjadi perhatian, tetapi pengembangan karakter, kepemimpinan, kedisiplinan, dan tanggung jawab murid juga harus kita berikan ruang. Semua kita arahkan untuk mewujudkan MAN 1 Bantul yang CADAS BERKELAS,” tegas Mafrudah.
Rapat dinas tersebut menjadi sarana koordinasi berbagai agenda kesiswaan agar pelaksanaan upacara, kegiatan organisasi, kepemudaan, kebencanaan, hingga kegiatan PMR dan PKS dapat berjalan secara tertib. Melalui koordinasi yang baik, MAN 1 Bantul terus berupaya menciptakan keseimbangan antara pencapaian akademik dan pengembangan karakter murid sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan madrasah CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi).(ars)

