Bantul (MAN 1 Bantul) — Pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sinergi Aplikasi MAGIS dalam Supervisi Pembelajaran di MAN 1 Bantul tidak hanya memberikan pemahaman mengenai pentingnya supervisi dan refleksi, tetapi juga dilanjutkan dengan praktik pemanfaatan sistem digital. Dalam kegiatan yang berlangsung pada Jumat (25/9/2026) tersebut, guru mengakses EMIS untuk melakukan refleksi terhadap kondisi pembelajaran sekaligus menyusun rencana kerja.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya madrasah untuk menguatkan budaya refleksi berbasis data. Melalui akses EMIS, guru diarahkan untuk melihat kondisi yang ada secara lebih sistematis, kemudian mengidentifikasi hal-hal yang telah berjalan dengan baik maupun aspek yang masih memerlukan penguatan.
Praktik tersebut memberikan kesempatan kepada guru untuk tidak hanya melakukan refleksi secara lisan atau berdasarkan ingatan, tetapi juga menjadikan data dan kondisi yang tersedia sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan langkah selanjutnya. Hasil refleksi kemudian dapat digunakan untuk menyusun rencana kerja yang lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan.
Dalam kegiatan Bimtek MAGIS, guru melakukan proses refleksi dengan mencermati kondisi yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas dan pembelajaran. Selanjutnya, guru menentukan bagian yang perlu dipertahankan, diperbaiki, maupun dikembangkan melalui rencana kerja yang dapat dilaksanakan secara nyata.
Pemanfaatan EMIS dalam proses tersebut juga mendukung terciptanya layanan yang lebih transparan dan terdokumentasi. Data yang tersedia dapat menjadi salah satu dasar dalam melihat perkembangan kondisi madrasah serta membantu guru menyusun tindak lanjut secara lebih terencana.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi dalam supervisi diharapkan tidak hanya berorientasi pada administrasi, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas kerja dan pembelajaran.
“Refleksi menjadi penting karena dari refleksi kita dapat mengetahui kondisi yang sebenarnya, menentukan hal yang perlu diperbaiki, kemudian menyusun rencana kerja yang lebih tepat. Teknologi dapat membantu proses tersebut menjadi lebih sistematis dan terdokumentasi,” ungkapnya.
Melalui praktik akses EMIS dalam Bimtek MAGIS, guru MAN 1 Bantul diharapkan semakin terbiasa menjadikan refleksi sebagai bagian dari budaya kerja. Kondisi yang ditemukan melalui refleksi dapat menjadi pijakan untuk menyusun rencana kerja dan tindak lanjut sehingga proses supervisi mampu mendorong perbaikan secara berkelanjutan.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen MAN 1 Bantul dalam menghadirkan layanan yang akseleratif, transparan, dan efektif melalui pemanfaatan teknologi digital serta penguatan profesionalitas pendidik.
(wnd)

