Perkuat Kompetensi Profesional, Guru Ekonomi MA DIY Belajar dari Industri Lokal

Bantul (MAN 1 Bantul) – MGMP Ekonomi Madrasah Aliyah (MA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyelenggarakan kegiatan kunjungan industri ke Tenun Lurik Prasojo, Klaten, dan Taman Atsiri Indonesia pada Rabu (30/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pengembangan profesional guru melalui pengalaman belajar langsung di lingkungan dunia usaha dan industri. Kunjungan tersebut dilatarbelakangi oleh pentingnya guru menghadirkan pembelajaran Ekonomi yang tidak berhenti pada konsep dan teori, tetapi mampu mengaitkannya dengan aktivitas ekonomi yang nyata, khususnya potensi usaha, industri kreatif, kearifan lokal, inovasi, dan pengembangan nilai tambah.

Kunjungan industri dilaksanakan dengan maksud memberikan pengalaman kontekstual kepada 28 guru  Ekonomi MA DIY sekaligus memperkaya wawasan mengenai proses produksi, pengelolaan usaha, inovasi, pemasaran, pemanfaatan sumber daya, serta pengembangan produk berbasis potensi lokal. Di Tenun Lurik Prasojo, peserta memperoleh gambaran mengenai keberlangsungan industri tenun yang memadukan keterampilan, budaya, kreativitas, dan aktivitas ekonomi. Sementara itu, kunjungan ke Taman Atsiri Indonesia memberikan wawasan mengenai pemanfaatan bahan alam, pengembangan produk, inovasi, dan proses penciptaan nilai tambah. Pengalaman tersebut dapat menjadi referensi bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran Ekonomi yang lebih kontekstual, aplikatif, dan relevan dengan kehidupan peserta didik.

Partisipasi guru dalam kegiatan MGMP ini memberikan manfaat strategis dalam mendukung tugas dan fungsi guru, terutama dalam pengembangan kompetensi profesional dan pedagogik. Hasil kunjungan dapat dimanfaatkan sebagai sumber inspirasi dalam penyusunan bahan ajar, contoh kasus ekonomi, projek pembelajaran, maupun penguatan literasi ekonomi peserta didik. Selain meningkatkan wawasan individual, kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi dan berbagi praktik baik antarguru Ekonomi MA DIY. Dengan demikian, MGMP tidak hanya menjadi ruang pertemuan guru, tetapi juga menjadi wadah belajar bersama, mengembangkan kompetensi, dan membawa pengalaman dunia nyata ke dalam ruang kelas demi menghadirkan pembelajaran Ekonomi yang bermakna bagi peserta didik. (Ipg)