Serap Ilmu Tiga Narasumber Jogja Book Fair 2026, MAN 1 Bantul Siap Perkuat Literasi Madrasah

Bantul (MAN 1 Bantul) – Kepala Perpustakaan Darul Ilmi MAN 1 Bantul, Siti Maryam, S.Pd., bersama siswa kelas X E 4, Azelia Nur Fatma, mengikuti Talkshow Literasi Negeriku: “Literasi Membangun Bangsa dan Membela Negara”. Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini berlangsung pada Selasa (1/9/2026), pukul 07.45 hingga 10.00 WIB, bertempat di Panggung Utama Jogja Book Fair X Pameran Arsip, Halaman Gedung Grhatama Pustaka DPAD DIY, Jalan Janti, Banguntapan, Bantul.

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber dengan perspektif literasi yang luas dan beragam. Kolonel Tek Dr. Ir. Ardian Juastina, S.Kom., M.Eng., CIFA., mengupas literasi pertahanan, pengalaman family literacy di Belanda, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) secara bijak. Sementara itu, Wikan Werdo Kisworo, S.E., memaparkan kearifan lokal Batik Nitik Trimulyo dan geosite Bukit Mengger, diselingi Fadhilah Napsibah, S.Pd., yang menekankan pentingnya crosscheck informasi serta penguatan pojok baca di tingkat kelurahan.

Siti Maryam menyatakan bahwa seluruh rangkuman materi dari ketiga narasumber tersebut menjadi bekal berharga untuk pengembangan perpustakaan madrasah.

“Pemaparan dari ketiga narasumber memberikan gambaran komprehensif, mulai dari pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan, Pelestarian kearifan lokal, hingga etika verifikasi informasi. Semua gagasan ini akan kami terapkan untuk memperkaya program literasi di MAN 1 Bantul,” terang Maryam.

Kepala MAN 1 Bantul, Hj. Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., memberikan apresiasi penuh atas keikutsertaan delegasi madrasah dalam forum literasi skala DIY tersebut.

“Wawasan luas dari ketiga narasumber ini makin memperkuat komitmen mewujudkan MAN 1 Bantul Cadas Berkelas. Warga madrasah diharapkan tidak hanya cakap teknologi dan berbudaya, tetapi juga kritis serta bertanggung jawab dalam mengelola informasi,” puji Mafrudah.

Azelia Nur Fatma mengaku bersyukur bisa mendapatkan banyak ilmu baru dari para ahli di bidangnya masing-masing.

“Saya mendapat banyak sekali pengalaman berharga dari ketiga narasumber. Kegiatan ini benar-benar membuka wawasan saya tentang betapa luasnya wujud literasi bagi kemajuan bangsa,” puji Azelia.

(mry)