Bantul (MAN 1 Bantul)_ Siswa MAN 1 Bantul mendapatkan pengalaman praktik pemungutan suara melalui kegiatan Pemilos yang dirancang menyerupai proses pemilihan sesungguhnya. Dalam kegiatan tersebut, siswa mengikuti tahapan pemungutan suara dengan mendatangi tempat yang telah disiapkan, menggunakan hak pilih, dan mengikuti tata cara pencoblosan. Praktik ini menjadi bagian dari pembelajaran demokrasi agar peserta didik memahami proses pemilihan pemimpin organisasi siswa secara langsung.
Pelaksanaan praktik menyoblos memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal proses pemilihan secara lebih konkret, tidak hanya melalui penjelasan di kelas. Dengan mengikuti prosedur yang telah disiapkan, siswa belajar mengenai pentingnya ketertiban, kejujuran, kerahasiaan pilihan, dan tanggung jawab sebagai pemilih. Pengalaman tersebut juga membantu peserta didik memahami bahwa setiap suara memiliki peran dalam menentukan pemimpin yang akan menjalankan amanah organisasi.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., memandang praktik pemungutan suara sebagai sarana pembelajaran yang dapat mendekatkan siswa pada penerapan demokrasi dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pengalaman langsung membantu peserta didik memahami bahwa memilih pemimpin harus dilakukan secara sadar, bertanggung jawab, dan tanpa paksaan. Ia berharap kegiatan Pemilos dapat membentuk siswa menjadi pemilih yang cerdas serta calon pemimpin yang jujur, adil, dan mampu menjalankan amanah dengan baik. (azm)

