Laboran dan Guru Fisika MAN 1 Bantul Bersinergi, Praktikum Pengukuran Kelas X E3 Berjalan Tertib dan Edukatif

Bantul (MAN 1 Bantul) — Selasa, 1 September 2026, pembelajaran Fisika di kelas X FE3 MAN 1 Bantul berlangsung melalui kegiatan praktikum pengukuran yang memanfaatkan alat ukur jangka sorong dan mikrometer sekrup. Kegiatan yang dilaksanakan pada jam pelajaran ke-9 hingga ke-10, pukul 13.40–15.10 WIB, ini didampingi oleh laboran MAN 1 Bantul, Ibu Siti Ashfiah, S.S., bersama guru mata pelajaran Fisika, Ibu Lina Mutiasih, S.Pd., M.Pd. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud sinergi antara laboran dan guru dalam mendukung pembelajaran Fisika yang aktif, terarah, dan berbasis praktik. Kehadiran laboran memiliki peran penting dalam memastikan kesiapan laboratorium, kelengkapan alat dan bahan, serta ketertiban pelaksanaan praktikum sehingga peserta didik dapat belajar secara optimal.
Ibu Siti Ashfiah, S.S., Laboran Pertama yang Mendukung Pengelolaan Laboratorium IPA
Ibu Siti Ashfiah, S.S. merupakan laboran pertama di MAN 1 Bantul yang mendukung pengelolaan laboratorium IPA, yang terdiri atas laboratorium Kimia, Biologi, dan Fisika. Keberadaan laboran menjadi bagian penting dalam pengembangan layanan laboratorium sebagai sarana pembelajaran dan praktik ilmiah bagi peserta didik.
Sebelum praktikum dilaksanakan, laboran mempersiapkan berbagai kebutuhan, mulai dari penataan ruang dan kursi, kebersihan laboratorium, hingga kesiapan alat dan bahan praktikum. Persiapan tersebut diperlukan agar kegiatan berjalan aman, nyaman, tertib, dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Selain mendukung persiapan teknis, laboran juga berperan dalam pengelolaan administrasi serta penerapan prosedur penggunaan laboratorium dan peralatan. Dengan administrasi yang tertib dan terdokumentasi dengan baik, pemanfaatan alat dapat lebih terpantau, sementara kondisi dan kelengkapan peralatan lebih mudah dikendalikan.
Peran tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan praktikum tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di kelas, tetapi juga oleh kesiapan sarana, pengelolaan laboratorium, dan kerja sama seluruh pihak yang terlibat.
Praktikum Pengukuran: Melatih Ketelitian dan Keterampilan Peserta Didik
Dalam praktikum kali ini, peserta didik kelas X FE3 mempelajari penggunaan jangka sorong dan mikrometer sekrup untuk mengukur benda berbentuk silinder. Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok, dengan masing-masing kelompok terdiri atas empat siswa.
Setiap kelompok melaksanakan 16 kali pengukuran yang mencakup diameter luar, diameter dalam, kedalaman, dan ketebalan benda sesuai dengan karakteristik alat ukur yang digunakan. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik berlatih membaca skala alat ukur, mencatat hasil pengamatan, serta membandingkan hasil pengukuran secara cermat.
Ibu Lina Mutiasih, S.Pd., M.Pd. membimbing peserta didik dalam memahami fungsi alat ukur, prosedur pengukuran, dan pentingnya ketelitian dalam memperoleh data. Sementara itu, Ibu Siti Ashfiah, S.S. mendukung kelancaran kegiatan melalui kesiapan alat, penataan laboratorium, serta pendampingan teknis selama praktikum berlangsung.
Kolaborasi ini membantu peserta didik menghubungkan konsep Fisika yang dipelajari dengan penerapannya secara langsung. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai alat ukur, tetapi juga berlatih mengembangkan sikap teliti, disiplin, bertanggung jawab, bekerja sama, dan menjaga keselamatan selama berada di laboratorium.
Kepala MAN 1 Bantul Apresiasi Sinergi Laboran dan Guru
Kepala MAN 1 Bantul, Hj. Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas peran laboran dan guru Fisika dalam mendukung pembelajaran berbasis praktikum. Menurutnya, laboratorium merupakan salah satu sarana penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, terutama pada mata pelajaran yang membutuhkan kegiatan eksperimen dan pengamatan secara langsung.
Beliau menegaskan bahwa keberadaan laboran tidak sekadar membantu menyiapkan alat dan bahan, tetapi juga mendukung tata kelola laboratorium yang tertib, aman, bersih, dan terdokumentasi. Sinergi antara laboran dan guru menjadi faktor penting agar fasilitas yang dimiliki madrasah dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang kompetensi peserta didik.
Kepala madrasah juga berharap kegiatan praktikum dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, memiliki rasa ingin tahu, serta mampu menerapkan konsep yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui praktikum pengukuran di kelas X FE3, MAN 1 Bantul terus berupaya mengoptimalkan pemanfaatan laboratorium IPA sebagai ruang belajar yang mendukung pengalaman nyata peserta didik. Peran Ibu Siti Ashfiah, S.S. sebagai laboran dan Ibu Lina Mutiasih, S.Pd., M.Pd. sebagai guru Fisika memperlihatkan bahwa pembelajaran berkualitas memerlukan kerja sama antara pengelolaan sarana dan pelaksanaan pembelajaran.
Diharapkan, kegiatan praktikum yang terencana dan terdokumentasi dengan baik dapat menjadi budaya belajar di MAN 1 Bantul, sekaligus membekali peserta didik dengan keterampilan ilmiah, sikap teliti, dan tanggung jawab dalam melakukan pengukuran maupun eksperimen Fisika. (LM)