Bantul (MAN 1 Bantul) – Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran dan kompetensi profesional guru, Lina Mutiasih, S.Pd., M.Pd., selaku Koordinator Penilaian Kinerja Guru (PKG) MAN 1 Bantul, melaksanakan supervisi pembelajaran pada Selasa, 15 September 2026. Supervisi perdana ini dilakukan terhadap Toni Poerwanti, S.Pd., M.Pd., guru mata pelajaran Ekonomi di kelas FD3.
Kegiatan supervisi dilaksanakan secara menyeluruh, mulai dari pemeriksaan perencanaan pembelajaran sebelum guru memasuki kelas, pengamatan pelaksanaan pembelajaran, hingga refleksi bersama setelah kegiatan belajar mengajar selesai. Tahapan tersebut bertujuan untuk memperoleh gambaran nyata mengenai kualitas pembelajaran sekaligus mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu dipertahankan dan ditingkatkan.
Dalam pelaksanaan pembelajaran, Toni Poerwanti menerapkan model Discovery Learning dengan metode diskusi dan presentasi menggunakan PowerPoint (PPT). Melalui model ini, peserta didik didorong untuk aktif menggali informasi, menemukan konsep, bertukar pendapat, serta menyampaikan hasil pemikirannya. Kegiatan tersebut diharapkan mampu membangun kemandirian belajar, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi peserta didik.
Lina Mutiasih selaku supervisor tidak hanya melakukan penilaian terhadap perangkat dan proses pembelajaran, tetapi juga mendampingi guru dalam mengevaluasi efektivitas strategi pembelajaran yang diterapkan. Supervisi menjadi sarana pembinaan profesional agar guru terus mengembangkan pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, dan berpusat pada peserta didik.
Dalam sesi refleksi setelah pembelajaran, supervisor dan guru berdiskusi mengenai sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian, terutama penerapan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang terintegrasi dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Pembelajaran diharapkan tidak hanya berorientasi pada pencapaian kompetensi akademik, tetapi juga menghadirkan suasana yang membahagiakan, menumbuhkan kepedulian, menghargai perbedaan, dan membangun hubungan positif antara guru dengan peserta didik.
Menurut Lina Mutiasih, pembelajaran yang berkualitas hendaknya mampu membuat peserta didik merasa nyaman, dihargai, dan bahagia selama mengikuti proses belajar. Prinsip tersebut perlu ditanamkan dan diterapkan oleh seluruh guru di MAN 1 Bantul sehingga nilai-nilai cinta, kepedulian, dan penghargaan terhadap peserta didik menjadi bagian dari budaya pembelajaran madrasah.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyambut baik pelaksanaan supervisi PKG sebagai salah satu upaya meningkatkan mutu pendidikan di madrasah.
Beliau menyampaikan bahwa supervisi bukan semata-mata kegiatan penilaian terhadap kinerja guru, melainkan juga proses pendampingan, pembinaan, dan refleksi untuk mendorong perbaikan pembelajaran secara berkelanjutan. Guru diharapkan terbuka terhadap masukan, terus berinovasi, serta mampu menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kebutuhan peserta didik.
Lebih lanjut, Kepala Madrasah menekankan pentingnya penerapan Pembelajaran Mendalam yang dipadukan dengan Kurikulum Berbasis Cinta. Menurutnya, pembelajaran harus mampu menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna, menggembirakan, dan membangun kesadaran peserta didik untuk terus belajar. Setiap peserta didik perlu merasa diterima, dihargai, dan didampingi agar dapat mengembangkan potensi terbaiknya.
“Melalui supervisi PKG, kami berharap seluruh guru MAN 1 Bantul semakin meningkatkan kualitas pembelajaran, tidak hanya dalam penguasaan materi dan penggunaan model pembelajaran yang inovatif, tetapi juga dalam membangun suasana belajar yang penuh cinta, nyaman, dan membahagiakan bagi peserta didik,” demikian pesan Kepala Madrasah.
Pelaksanaan supervisi perdana ini menjadi langkah positif dalam membangun budaya refleksi dan peningkatan kompetensi guru di MAN 1 Bantul. Dengan kolaborasi antara koordinator PKG, guru, dan pimpinan madrasah, diharapkan implementasi Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta semakin nyata dalam setiap proses pembelajaran. MAN 1 Bantul terus berkomitmen mewujudkan pembelajaran yang berkualitas, humanis, dan berorientasi pada perkembangan peserta didik secara utuh, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, maupun karakter. (LM).

