Melalui Supervisi PKG, MAN 1 Bantul Dorong Pembelajaran Kimia yang Aktif, Bermakna, dan Menyenangkan

Bantul (MAN 1 Bantul) – Koordinator Penilaian Kinerja Guru (PKG) MAN 1 Bantul, Lina Mutiasih, S.Pd., M.Pd., melaksanakan supervisi pembelajaran kedua pada Rabu, 16 September 2026. Supervisi kali ini dilakukan terhadap Siti Nuroniyah, S.Pd., M.Pd., guru Kimia yang mengajar di kelas FD5.
Dalam pembelajaran tersebut, Siti Nuroniyah menerapkan model discovery learning dengan metode diskusi kelompok dan praktikum. Kegiatan ini dirancang untuk mendorong peserta didik menemukan konsep melalui pengamatan secara langsung, bekerja sama, serta mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan ilmiah.
Praktikum dilakukan dengan menggunakan termometer dan kalorimeter serta mencampurkan larutan untuk mengamati perubahan suhu. Peserta didik mencatat suhu awal hingga suhu akhir setelah proses pencampuran. Melalui kegiatan ini, siswa belajar memahami perubahan suhu sekaligus melatih ketelitian, kecermatan, dan ketepatan dalam melakukan pengamatan.
Selain aspek pengetahuan dan keterampilan, kegiatan praktikum juga menanamkan nilai karakter kepada peserta didik. Setiap kelompok dituntut mampu bekerja sama, menjaga kebersihan, bertanggung jawab, serta menggunakan dan mengembalikan alat praktikum dengan baik. Siswa juga diingatkan untuk menjaga peralatan agar tidak rusak dan memahami pentingnya tanggung jawab terhadap fasilitas laboratorium.
Supervisi yang dilakukan Lina Mutiasih meliputi tiga tahapan utama, yaitu pemeriksaan perencanaan pembelajaran sebelum guru memasuki kelas, pengamatan pelaksanaan pembelajaran secara langsung, serta refleksi setelah kegiatan belajar mengajar selesai. Pada tahap perencanaan, supervisor menelaah perangkat pembelajaran yang telah disiapkan guru. Selanjutnya, pada tahap pelaksanaan, supervisor mengamati proses pembelajaran, keterlibatan peserta didik, penerapan model pembelajaran, dan penguatan karakter selama praktikum berlangsung.
Setelah pembelajaran selesai, kegiatan dilanjutkan dengan refleksi bersama antara supervisor dan guru yang disupervisi. Refleksi ini menjadi ruang diskusi untuk mengidentifikasi kelebihan pembelajaran, mengevaluasi hal-hal yang perlu diperbaiki, serta merumuskan langkah tindak lanjut demi meningkatkan kualitas pembelajaran.
Dalam refleksi tersebut, Lina Mutiasih menekankan pentingnya penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) yang dipadukan dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Pembelajaran hendaknya tidak hanya berorientasi pada pencapaian kompetensi akademik, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna (meaningful), menyenangkan (joyful), dan mendorong peserta didik untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran.
Melalui pendekatan tersebut, guru diharapkan mampu menciptakan suasana kelas yang membuat peserta didik merasa bahagia, dihargai, nyaman bertanya, berani mencoba, serta mampu belajar dari pengalaman. Nilai-nilai cinta, kepedulian, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap sesama perlu ditanamkan secara konsisten dalam setiap kegiatan pembelajaran di MAN 1 Bantul.
Kegiatan supervisi PKG ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kompetensi profesional guru sekaligus penguatan budaya refleksi dan perbaikan berkelanjutan. Dengan adanya supervisi dan tindak lanjut yang terarah, diharapkan kualitas pembelajaran di MAN 1 Bantul semakin meningkat serta mampu membentuk peserta didik yang berpengetahuan, terampil, berkarakter, dan berakhlak mulia.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan supervisi PKG sebagai salah satu upaya meningkatkan mutu pembelajaran di madrasah.
Beliau menegaskan bahwa supervisi bukan sekadar kegiatan penilaian terhadap kinerja guru, melainkan juga sarana pendampingan, refleksi, dan pengembangan kompetensi agar guru semakin profesional dalam menjalankan tugasnya.
“Melalui supervisi pembelajaran, kami berharap setiap guru MAN 1 Bantul terus meningkatkan kualitas perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Penerapan discovery learning melalui kegiatan praktikum seperti ini sangat baik untuk melatih kemandirian, kemampuan berpikir kritis, ketelitian, kerja sama, dan tanggung jawab peserta didik,” ungkap Mafrudah.
Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya mengintegrasikan pembelajaran mendalam dengan Kurikulum Berbasis Cinta dalam setiap proses pendidikan di madrasah. Pembelajaran hendaknya tidak hanya membuat siswa memahami materi, tetapi juga merasa bahagia, dihargai, dan mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna. Kurikulum Berbasis Cinta perlu kita hadirkan dalam keseharian pembelajaran agar tumbuh kepedulian, sikap saling menghormati, tanggung jawab, dan karakter mulia. Harapan kami, semangat ini dapat diterapkan oleh seluruh guru di MAN 1 Bantul,
Melalui supervisi PKG yang dilaksanakan secara berkelanjutan, MAN 1 Bantul berkomitmen membangun budaya pembelajaran yang berkualitas, reflektif, menyenangkan, dan berlandaskan nilai-nilai cinta. Dengan demikian, madrasah diharapkan mampu menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menumbuhkan karakter dan membentuk generasi yang berakhlak mulia. (LM)