Kepala MAN 1 Bantul Ikuti Pembinaan Vokasi, Perkuat Komitmen Pendidikan Inklusif di Madrasah

Bantul (MAN 1 Bantul) — Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menghadiri pertemuan Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) Plus Keterampilan Daerah Istimewa Yogyakarta yang diselenggarakan pada Senin (19/10/2026) di Aula MAN 2 Yogyakarta. Kegiatan ini diisi dengan pembinaan oleh Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Vokasi dan Inklusi, Dr. H. Anis Masykur, M.A., sebagai upaya memperkuat penyelenggaraan pendidikan vokasi dan layanan pendidikan inklusif di madrasah.

Pertemuan tersebut diikuti oleh kepala madrasah, wakil kepala madrasah bidang kurikulum, serta guru keterampilan dari MA Plus Keterampilan se-DIY. Forum ini menjadi ruang koordinasi dan penguatan kebijakan dalam mengembangkan pendidikan keterampilan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat serta memberikan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh murid.

Dalam pembinaannya, Dr. H. Anis Masykur, M.A., menekankan pentingnya pembentukan Unit Layanan Disabilitas (ULD) di tingkat kabupaten/kota. ULD diharapkan berperan dalam mengidentifikasi dan mendukung pemenuhan kebutuhan penyandang disabilitas melalui pendataan, koordinasi lintas lembaga, dan skrining kemampuan.

Terdapat tiga hal penting yang disampaikan dalam pembinaan tersebut. Pertama, penyediaan instrumen pendataan penyandang disabilitas, yang dapat dilakukan melalui koordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan, seperti puskesmas. Kedua, koordinasi dengan dinas sosial untuk mengidentifikasi kebutuhan dan dukungan yang diperlukan. Ketiga, pelaksanaan skrining kemampuan sebagai dasar untuk menentukan bentuk layanan yang sesuai dengan kebutuhan individu.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa pembinaan tersebut menjadi penguatan bagi madrasah untuk terus mengembangkan pendidikan yang berkualitas, adaptif, dan terbuka terhadap keberagaman kebutuhan murid.

“Madrasah tidak hanya bertugas mengembangkan kemampuan akademik dan keterampilan murid, tetapi juga memastikan bahwa setiap murid memperoleh kesempatan untuk belajar, bertumbuh, dan mengembangkan potensinya. Pendidikan inklusif perlu dibangun melalui kepedulian, pemahaman terhadap kebutuhan murid, serta kolaborasi dengan berbagai pihak,” ungkap Mafrudah.

Menurutnya, penguatan pendidikan vokasi dan inklusi perlu berjalan beriringan. Pendidikan keterampilan harus mampu membekali murid dengan kompetensi yang relevan untuk masa depan, sekaligus menanamkan karakter yang menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi kesetaraan.

Komitmen tersebut sejalan dengan nilai CADAS BERKELAS, yang merupakan akronim dari Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi. Khususnya nilai adaptif, berkarakter, dan anti diskriminasi menjadi landasan penting dalam membangun lingkungan madrasah yang ramah, inklusif, dan menghargai keberagaman.

“Melalui CADAS BERKELAS, kami ingin memastikan bahwa kemajuan madrasah tidak hanya diukur dari prestasi akademik dan keterampilan, tetapi juga dari karakter murid serta kemampuan madrasah dalam menghadirkan lingkungan belajar yang menghargai setiap individu. Tidak boleh ada murid yang kehilangan kesempatan untuk berkembang karena perbedaan kondisi atau kebutuhannya,” tambah Mafrudah.

Bagi MAN 1 Bantul sebagai Madrasah Aliyah Plus Keterampilan, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat penyelenggaraan pendidikan yang mengintegrasikan kompetensi vokasional, pembentukan karakter, dan semangat inklusivitas. Penguatan tersebut diharapkan mampu mempersiapkan murid menjadi pribadi yang mandiri, kompeten, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Melalui partisipasi dalam forum KKMA Plus Keterampilan DIY, MAN 1 Bantul terus berkomitmen mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berkeadilan. Semangat CADAS BERKELAS menjadi pijakan untuk menghadirkan madrasah yang tidak hanya cerdas dan terampil, tetapi juga agamis, demokratis, adaptif, berkarakter, peduli lingkungan, serta menjunjung tinggi nilai anti diskriminasi. (Maf)