Bantul (MAN 1 Bantul) — Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Madrasah Aliyah (MA) Plus Keterampilan yang membahas arah pengembangan pendidikan vokasi madrasah, Senin (20/10/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat penyelenggaraan pendidikan keterampilan agar semakin terstandar, terintegrasi, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Dalam sambutannya, Kepala Subdirektorat Vokasi dan Inklusi, Dr. H. Anis Masykur, M.A., menyampaikan bahwa pendidikan memiliki dua misi mendasar, yaitu mengelola dunia beserta seluruh isinya dan menjaga agama. Kedua misi tersebut perlu berjalan beriringan agar pendidikan mampu membentuk generasi yang memiliki kompetensi, tanggung jawab, serta landasan nilai keagamaan yang kuat.

Menurutnya, MA Plus Keterampilan memiliki peran penting dalam menyiapkan murid agar tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki keterampilan praktis untuk menghadapi tantangan kehidupan. Pendidikan vokasi di madrasah perlu dikembangkan tanpa meninggalkan identitas dan nilai-nilai keislaman yang menjadi ciri khasnya.
Dalam FGD tersebut, terdapat dua agenda penting yang akan diupayakan dalam penguatan MA Plus Keterampilan secara nasional.
Pertama, standardisasi kurikulum MA Plus Keterampilan secara nasional. Upaya ini ditujukan untuk menyamakan materi pembelajaran keterampilan serta pelaksanaan ujian sertifikasi, sehingga terdapat standar kompetensi yang lebih terarah dan dapat diterapkan secara konsisten di berbagai madrasah penyelenggara program keterampilan.
Kedua, pengembangan teaching factory yang terintegrasi dengan berbagai disiplin ilmu. Model pembelajaran ini diharapkan tidak hanya berfokus pada praktik produksi, tetapi juga mengintegrasikan kemampuan perencanaan (planning), pengemasan (packaging), dan pemasaran (marketing) pada setiap jurusan keterampilan. Dengan demikian, murid memperoleh pengalaman belajar yang lebih menyeluruh, mulai dari merancang produk hingga memahami strategi memasarkannya.
Pengembangan teaching factory menjadi salah satu pendekatan penting untuk mendekatkan proses pembelajaran dengan praktik dunia usaha dan dunia industri. Melalui pendekatan tersebut, murid diharapkan mampu menghasilkan produk atau jasa yang memiliki nilai guna, kualitas, dan daya saing, sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyambut pentingnya penguatan arah kebijakan tersebut bagi pengembangan madrasah. Menurutnya, standardisasi kurikulum dan pengembangan teaching factory dapat menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran keterampilan agar lebih terarah dan memberikan manfaat nyata bagi murid.
“Penguatan MA Plus Keterampilan perlu diarahkan pada pembelajaran yang membekali murid dengan kompetensi nyata, mulai dari penguasaan keterampilan hingga kemampuan menghasilkan dan memasarkan produk. Namun, kompetensi tersebut juga harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan,” ungkap Mafrudah.
Ia menambahkan bahwa pengembangan pendidikan keterampilan perlu selaras dengan karakteristik dan potensi madrasah, sehingga program yang dilaksanakan tidak berhenti pada penguasaan teknik, tetapi juga mendorong kreativitas, kemandirian, kedisiplinan, dan tanggung jawab murid.
Bagi MAN 1 Bantul sebagai Madrasah Aliyah Plus Keterampilan yang menyelenggarakan program keterampilan Otomotif, Tata Busana, dan Multimedia, arah penguatan tersebut menjadi relevan untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis praktik serta mengembangkan potensi kewirausahaan murid.
Komitmen ini juga sejalan dengan semangat CADAS BERKELAS: Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi. Nilai cerdas dan adaptif mendorong murid untuk menguasai ilmu pengetahuan serta keterampilan sesuai perkembangan zaman, sedangkan nilai agamis dan berkarakter menjadi fondasi dalam membangun profesionalitas yang berlandaskan akhlak mulia.
Melalui keikutsertaan dalam FGD ini, MAN 1 Bantul terus memperkuat komitmen untuk mengembangkan pendidikan vokasi yang berkualitas, berorientasi pada kebutuhan masa depan, dan tetap berakar pada nilai-nilai keislaman. Dengan penguatan kurikulum dan pembelajaran yang terintegrasi, MA Plus Keterampilan diharapkan semakin mampu melahirkan lulusan yang kompeten, mandiri, berjiwa wirausaha, serta siap berkontribusi bagi masyarakat. (Maf)

