BANTUL (MAN 1 Bantul)– Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026, seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MAN 1 Bantul menggelar kegiatan ziarah kubur ke makam para muassis (pendiri) madrasah secara berjamaah pada Kamis (22/10/2026). Dengan menggunakan dua armada bus, rombongan bertolak menyusuri empat lokasi makam tokoh penting yang menjadi pilar berdirinya madrasah tersebut.
Keempat makam muassis yang dikunjungi meliputi: K.H. Mabarun Abdurrohman di Waung, Pajangan, K.H. Dalhar Sahroni di Gandekan, Guwosari, H.M. Chamdani AZ di Ngrukem, Pendowoharjo, serta H.M. Badjuri di Bejen, Bantul.
Kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan menjadi momen reflektif untuk mendoakan para pendiri sekaligus bentuk penghormatan setinggi-tingginya atas dedikasi dan jasa-jasa mereka dalam memajukan pendidikan Islam. Melalui kegiatan ini, para GTK diharapkan dapat menyerap nilai-nilai keteladanan, keikhlasan, serta semangat juang pantang menyerah yang dicontohkan para pendiri saat merintis dan membangun madrasah.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I, menegaskan pentingnya menjaga sanad perjuangan dan sejarah madrasah agar tidak terputus di tengah arus modernisasi.
“Ziarah ini adalah bentuk ‘mikul dhuwur mendhem njero’ atas perjuangan para muassis. Kami ingin seluruh GTK MAN 1 Bantul tidak hanya meneladani keteladanan dan keikhlasan beliau-beliau, tetapi juga memahami sejarah lokal bagaimana madrasah ini diperjuangkan. Semangat juang inilah yang menjadi bahan bakar kita untuk terus memajukan pendidikan di MAN 1 Bantul,” ujar Kepala MAN 1 Bantul.
Saat rombongan tiba di lokasi pertama di Waung, Pajangan, kedatangan para peziarah disambut hangat oleh keluarga almarhum. Maemun, S.Ag., putra almarhum K.H. Mabarun Abdurrohman, menyampaikan rasa haru dan apresiasinya atas perhatian besar dari keluarga besar MAN 1 Bantul.
“Kami sangat terharu dan berterima kasih atas silaturahmi serta doa dari keluarga besar MAN 1 Bantul. Semoga apa yang telah dirintis oleh almarhum dan para pendiri lainnya terus memancarkan keberkahan, serta MAN 1 Bantul semakin maju dalam mencetak generasi islami yang unggul,” ungkap Maemun, S.Ag.
Hal senada disampaikan oleh perwakilan putra pendiri lainnya, Drs. H. In Amullah, saat menerima rombongan di lokasi ziarah. Beliau menyoroti pentingnya mengenalkan rekam jejak tokoh-tokoh lokal kepada generasi penerus.
“Langkah MAN 1 Bantul untuk terus mengenalkan sejarah berdirinya madrasah dan perjuangan tokoh-tokoh lokal kepada GTK adalah hal yang sangat mulia. Agama dan ilmu berkembang di daerah ini tidak lepas dari tetesan keringat para pendiri. Semoga tali silaturahmi ini terus terjaga,” tutur In Amullah.
Suasana khusyuk memayungi seluruh rangkaian ziarah yang diisi dengan pembacaan tahlil dan doa bersama. Rangkaian kegiatan HSN ini diharapkan dapat terus memupuk jiwa kepahlawanan dan motivasi berkhidmat bagi seluruh civitas akademika MAN 1 Bantul. Hal ini tentunya sejalan dengan tagline MAN 1 Bantul yang sedang gencar disosialisasikan: CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi). (chr)

