Guru Geografi MAN 1 Bantul Timba Ilmu Teknik Prompting AI Soal TKA dalam MGMP Geografi MA DIY di MAN 2 Yogyakarta

YOGYAKARTA (MAN 1 Bantul) – Dua guru Geografi MAN 1 Bantul, Suharyono dan Nurdianta, mengikuti kegiatan rutin bulanan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Geografi Madrasah Aliyah (MA) Daerah Istimewa Yogyakarta pada Senin (19/10/2026) di MAN 2 Yogyakarta. Kegiatan yang diikuti oleh 22 guru Geografi dari berbagai madrasah aliyah se-DIY ini menjadi wadah untuk memperkuat kompetensi pendidik sekaligus berbagi praktik baik dalam pembelajaran. Melalui pertemuan tersebut, para guru memperoleh kesempatan untuk memperluas wawasan, bertukar pengalaman, serta mengembangkan inovasi pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan teknologi pendidikan.

Materi utama disampaikan oleh Andi Hidayat dari MAN 1 Gunungkidul yang membahas teknik prompting kecerdasan buatan (AI) untuk menyusun soal Tes Kemampuan Akademik (TKA). Dalam sesi tersebut, peserta mempelajari cara menyusun perintah yang tepat agar AI dapat membantu menghasilkan soal yang dilengkapi ilustrasi, narasi, dan berbagai jenis peta sebagai stimulus dalam soal Geografi. Sejumlah platform AI, seperti DeepSeek, ChatGPT, Gemini, dan Claude, diperkenalkan sebagai alternatif yang dapat dimanfaatkan guru dalam mengembangkan bahan evaluasi. Melalui praktik ini, guru diharapkan mampu menghasilkan soal yang lebih kontekstual, variatif, dan menarik, dengan tetap melakukan verifikasi terhadap ketepatan informasi, kualitas peta, serta kesesuaian soal dengan kompetensi yang diukur.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, menyampaikan apresiasi terhadap keikutsertaan guru Geografi dalam kegiatan MGMP tersebut. Menurutnya, peningkatan kompetensi melalui forum berbagi praktik baik sangat penting untuk mendorong pembelajaran yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Ia berharap pengetahuan mengenai teknik prompting AI untuk penyusunan soal TKA tidak berhenti pada peserta kegiatan, tetapi juga diimbaskan kepada guru-guru lain di MAN 1 Bantul. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dapat berkembang menjadi praktik kolaboratif yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan asesmen di madrasah. (dyn)