Bola Terlempar: Fenomena Philo-fisika Akhir-Akhir Ini di MAN 1 Bantul

Bantul (MAN 1 Bantul) — Fenomena menarik terjadi ketika bola terlempar jauh meninggalkan titik asal setelah ditendang oleh salah seorang siswa MAN 1 Bantul pada Senin, (8/9/2025). Fenomena ini berlangsung selama kurang dari 5 detik pada pagi hari pukul 09.15 di lapangan MAN 1 Bantul.

Menurut pengakuan penendang bola berinisial Fz, dia tak merasakan apapun ketika bola yang ditendangnya melesat meninggalkan titik asalnya. Fz hanya berharap agar bola itu jatuh tepat di belakang garis sebuah keranjang besar bernama gawang.

Fenomena ini tampaknya diperhatikan oleh siswa lain berinisial Hn. “Ini lebih dari sekadar bola. Ini adalah miracle. Bagaimana mungkin energi dan gaya berpicu tanpa setetespun harapan dari sang akumulator —penendang, dalam hal ini Fz? Tapi begitulah alam menghendakinya” Ujar Hn.

Hn menceritakan hasil pengamatannya ini kepada teman temannya di kelas. Hn menceritakan bahwa Energi, atau yang dikenal dengan kgm^2/s^2, mewakili suatu perubahan massa dan area dalam satu satuan waktu. Ketika otot kaki diayun dan mengenai bola, maka terjadi perubahan energi dalam otot yang termanifestasi dalam gaya sebagai mediator perpindahan energi. Akibatnya, terjadi perpindahan energi dari otot ke bola yang mengakibatkan bola bergerak dalam fungsi t dalam koordinat x, y, z.

r(t) = (x(t), y(t), z(t))

“Ini mengikuti sistem minimisasi energi alam semesta. Energi yang berubah pada satu part of universe, mengkonsekuensikan perubahan energi dalam part yang lain. Inilah yang sering disebut sebagai kausalitas” Ungkap Hn.

Seorang siswa berinisial Zh menambahkan, “itu kan kalo di fisika. Kalo bicara kausalitas, lain lagi. Aku coba merumuskan ulang dari Aristoteles, David hume, Kant, hingga Al ghazali. Kausalitas itu nyata sekaligus nisbi. Kita merasakan nya, namun akal kita tak menolak ketiadaannya.”

Berbeda dengan kedua temannya, Fz tak begitu terobsesi dengan pengamatan temannya. Bagi Fz, Harapan adalah yang terpenting dalam menendang bola. “Sudahlah, intinya, kalo nendang bola itu sek penting yakin. Kakean mikir nggak gol gol entar” Ujar Fz. Sontak kalimat ini membuat satu kelas tertawa.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I. merasa bangga dan senang atas hal ini. Sebagaimana yang dikatakan beliau dalam satu wawancara terkait fenomena bola dan diskursus ketiga siswa ini, “Saya sangat mengapresiasi dan bangga kepada siswa MAN 1 Bantul. Budaya berpikir kritis dan analitis mulai tumbuh di lingkungan madrasah, hal ini juga merupakan implementasi dari tagline MAN 1 Bantul, CADAS BERKELAS. ” Mafrudah mengakhiri wawancara ini dengan tersenyum dan berkata, “Saya pun turut mengapresiasi kepada si bola. Bola yang diam telah mengajarkan kita bahwa sistem yang solid terkadang berdiri diatas perbedaan yang saling tak menyapa —fisika, filsafat, harapan. Adalah tugas manusia untuk membuat mereka bertatap untuk pertama kalinya.” (FD2-Hn)