Bantul (MAN 1 Bantul) — Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., mengikuti secara antusias kegiatan pembukaan Zoom Meeting Sosialisasi IKAN (Integrasi Kurikulum Anti Narkoba) yang diselenggarakan melalui kolaborasi lintas instansi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan lembaga negara dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba sejak dini di lingkungan satuan pendidikan.
Dalam sambutannya, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY, Master Muhamad Setiadi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi dalam melindungi generasi muda dari bahaya narkoba.
“Ini adalah langkah nyata sinergi antara dunia pendidikan dengan lembaga negara dalam pencegahan narkoba sejak dini. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta dapat memahami konsep kurikulum anti narkoba dan mengimplementasikannya sebagai bekal pengetahuan, sikap, dan keterampilan bagi anak-anak untuk menolak narkoba,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk terus menggaungkan semangat “Salam sehat, bahagia tanpa narkoba” sebagai bagian dari budaya hidup sehat di lingkungan pendidikan.
Sementara itu, Anita selaku Ketua Tim 1 KSKK yang mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY menekankan pentingnya langkah preventif terhadap ancaman laten narkoba yang dapat merusak generasi bangsa.
“Upaya preventif perlu dilakukan secara sistematis dengan memasukkan kurikulum anti narkoba dalam Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP), serta mengintegrasikannya dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler,” jelasnya.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala BNN DIY, Kombes Pol Faried Zulkarnain, S.I.K., sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat ketahanan generasi muda terhadap bahaya narkoba.
Adapun kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY, Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, BNN DIY, serta Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan (Tekkomdik) DIY.
Menanggapi kegiatan tersebut, Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa integrasi kurikulum anti narkoba menjadi langkah penting dalam membentuk karakter peserta didik yang sehat dan berdaya tahan terhadap pengaruh negatif.
“Madrasah memiliki peran strategis dalam membentengi peserta didik dari bahaya narkoba. Melalui integrasi kurikulum ini, kami optimis dapat menanamkan nilai-nilai hidup sehat, kesadaran, serta keberanian untuk menolak narkoba sejak dini,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa implementasi kurikulum anti narkoba akan menjadi bagian dari penguatan karakter siswa di MAN 1 Bantul, sejalan dengan nilai-nilai CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, Anti Diskriminasi).
Dengan mengikuti kegiatan ini, MAN 1 Bantul semakin meneguhkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan bebas dari narkoba, sekaligus membentuk generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan. (Maf)

