Bantul (MAN 1 Bantul) — Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., mengikuti dengan antusias paparan materi Sosialisasi IKAN (Integrasi Kurikulum Anti Narkoba) yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam penguatan implementasi pendidikan karakter berbasis pencegahan narkoba di madrasah.
Pada sesi materi, narasumber Eva Fitri dari BNN RI menyampaikan bahwa satuan pendidikan dapat mengadopsi, memodifikasi, dan menyesuaikan (ATM) pedoman integrasi kurikulum anti narkoba yang telah disusun oleh BNN sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing sekolah atau madrasah.
Ia menjelaskan bahwa dalam penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP), khususnya pada Bab I bagian karakteristik madrasah, perlu ditambahkan narasi yang menggambarkan kondisi lingkungan sekitar, baik lingkungan masyarakat, tempat tinggal peserta didik, maupun lingkungan pergaulan yang berpotensi rawan terhadap peredaran narkoba.
Lebih lanjut, Eva Fitri menegaskan bahwa penguatan KSP melalui program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika) tidak mengubah struktur kurikulum yang sudah ada, melainkan hanya menambahkan muatan kegiatan pencegahan narkoba ke dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.

Sementara itu, narasumber Anggraini dari Pusat Kurikulum dan Pembelajaran (Puskurjar) Kemendikdasmen menekankan pentingnya membangun budaya atau pembiasaan P4GN di lingkungan madrasah. Salah satu langkah konkret yang dapat dilakukan adalah melalui pemasangan jargon atau slogan gerakan anti narkoba di berbagai sudut madrasah sebagai pengingat sekaligus penguatan nilai.
“Integrasi kurikulum anti narkoba tidak hanya dilakukan dalam pembelajaran formal, tetapi juga melalui kegiatan kokurikuler, ekstrakurikuler, serta pembiasaan sehari-hari yang dilakukan secara bertahap sesuai dengan karakteristik dan kesiapan satuan pendidikan,” jelasnya.
Menanggapi materi tersebut, Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa paparan ini memberikan pemahaman yang komprehensif sekaligus aplikatif dalam mengintegrasikan pendidikan anti narkoba di madrasah.
“Materi ini sangat relevan dan memberikan arah yang jelas bagi madrasah untuk mengintegrasikan kurikulum anti narkoba tanpa harus mengubah struktur yang sudah ada. Ini menjadi peluang besar dalam memperkuat pendidikan karakter peserta didik,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa MAN 1 Bantul siap mengimplementasikan integrasi kurikulum anti narkoba secara bertahap melalui berbagai kegiatan pembelajaran dan pembiasaan di lingkungan madrasah.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen MAN 1 Bantul dalam mengusung nilai CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, Anti Diskriminasi), khususnya dalam membentuk generasi yang sehat, berkarakter kuat, dan mampu menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba.
Dengan mengikuti paparan materi ini, MAN 1 Bantul semakin optimis dalam mengembangkan kurikulum yang adaptif, kontekstual, dan responsif terhadap tantangan sosial yang dihadapi peserta didik di era saat ini. (Maf)

